Kamis, 02 Juli 2020

Mendekam di LP Nusakambangan, Habib Bahar Tak Tinggal Diam

Mendekam di LP Nusakambangan, Habib Bahar Tak Tinggal Diam

Foto: Habib Bahar bin Smith bebas dari ahanan di Lapas Pondok Rajeg, Cibinong, Kabupaten Bogor pada Sabtu (16/5) (Dok. Istimewa)

Bandung, Swamedium.com — Habib Bahar bin Smith menjalani kenyataan pahit harus masuk penjara lagi setelah bebas melalui program asimilasi. Hal yang memprihatinkan, dia kini harus mendekam di Lapas Batu Nusakambangan.

Meski mendekam di Lapas Batu Nusakambangan, pihak Habib Bahar bin Smith tidak tinggal diam menerima begitu saja atas kepindahan dari Bogor ke Nusakambangan.

Penasihat hukum Habib Bahar bin Smith, Aziz Yanuar sedang menyusun sejumlah langkah untuk membela kliennya.

Menurutnya, status Habib Bahar bin Smith yang tengah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Batu, Cilacap, Jawa Tengah berada pada status quo.

Dalam waktu dekat mereka akan mengambil beberapa langkah terhadap kliennya.

“Status habib masih status quo,” ujar Aziz singkat saat dikonfirmasi Tribun melalui ponselnya, di Kota Bandung, Kamis (4/6/2020).

Menurutnya, mereka juga telah mengirimkan surat-surat pengaduan dan permohonan audiens kepada Ketua DPR, MPR, hingga Ketua Komisi III DPR.

“Khusus anggota DPR, pak Fadli Zon, pak Romo Syafii, Menkopolhukam (Mahfud MD) tapi belum ada respons untuk audiensi hari dan tanggalnya,” katanya.

Fadli Zon selain menjadi wakil rakyat, dia juga petinggi Partai Gerindra yang diketuai oleh Prabowo Subianto. Sedangkan Menkopolhukam di pemerintahan Jokowi, kini dijabat oleh Mahfud MD.

Aziz Yanuar juga telah mengirimkan surat pada Bapas atau Balai Pemasyarakatan. Soal keberatan mereka atas dicabutnya asimilasi Bahar.

“Mengenai kondisi habib bahar terbaru kami belum ada kabar lagi, karena kami belum kesana lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Habib Bahar dimasukkan lagi ke penjara karena dinilai memberikan ceramah provokatif dan menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian kepada pemerintah di pesantrennya. Ceramah itu berlangsung 16 Mei, sehari setelah dia bebas.

Lalu, dinilai melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB karena saat ini dalam kondisi darurat Covid-19 di Indonesia. Dia mengumpulkan massa atau orang banyak saat ceramah.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.