Kamis, 02 Juli 2020

Dr dr Andani Eka Putra, Patriot Militan di Tengah Pandemi (Bagian 1)

Dr dr Andani Eka Putra, Patriot Militan di Tengah Pandemi (Bagian 1)

Foto: Dr. dr Andani Eka Putra

Padang, Swamedium.com — Saat bangsa gelisah dirundung wabah, kabar cerah muncrat dari Ranah Minang. Bumi yang banyak melahirkan “Sang Pencerah”, mulai dari Tuanku Imam Bonjol, Hatta, Hamka, Sjahrir hingga Rasuna Said. Di era kekinian, nama Andani, layak dicatat sebagai salah satu “patriot” Covid-19.

Jika ditulis lengkap, nama pria berkumis dan berjenggot tebal ini adalah Dr dr Andani Eka Putra, MSc. “Kalau belum kenal, banyak yang mengira saya perempuan, karena nama depan saya,” ujar Andani, mengawali percakapan via telepon, tadi malam, Sabtu (6/6).

Di Sumatera Barat, dokter berkacamata minus ini bukanlah nama yang asing. Selain sebagai pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang, juga menjabat Direksi RS Universitas Unand. Tapi kali ini, kita tempatkan dia dalam kedudukannya sebagai Kepala Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas.

Dia memang banyak berkecimpung di ranah virus, mulai dari rotavirus, hepatitis, HIV dan lain-lain. “Alhasil, ketika virus corona menyerang, saya tidak mungkin berpangku tangan,” ujarnya.

Dengan sepasukan pekerja laboratorium yang berstatus mahasiswa, Andani menorehkan prestasi, dalam hal kapasitas pemeriksaan sampel untuk mendeteksi Covid-19. Ketika laboratorium lain hanya bisa menyelesaikan pemeriksaan 100 hingga 200 sampel per hari, laboratorium FK Unand rata-rarta bisa menyelesaikan 800 sampel.

“Angka tertinggi mencapai 1.570 sampel dalam satu hari selesai,” ujar lulusan FK Unand 1996 itu.

Bagaimana Andani bisa bekerja dengan hasil yang begitu fantastis? Bahkan melampaui pencapaian hasil tiga laboratorium besar di Indonesia yang dimiliki Kementerian Kesehatan, Pemprov DKI Jakarta, dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman.

“Laboratorium yang kami pakai, awalnya adalah labotarorium riset milik saya pribadi. Hampir semua barang dan peralatan laboratorium milik saya. Sebagian saya beli sendiri, sebagian pengadaan hasil kerjasama dengan perusahaan untuk sebuah pengembangan produk,” tuturnya.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.