Senin, 23 November 2020

Nakes Dari Rakyat dan Untuk Rakyat

Nakes Dari Rakyat dan Untuk Rakyat

Jakarta, Swamedium.com — Kebijakan pembiayaan “Reimburse” dalam penanganan Pandemi Covid-19 yang diterapkan oleh Pemerintah menimbulkan Polemik.

Pertama : Dalam konsep Manajemen Disaster adanya KOMANDO sangat penting dan menentukan keberhasilan. Harusnya pemerintahlah yang menentukan RS mana yang bisa menangani Covid-19, jangan diserahkan kpd pasar bebas. Selain pentingnya ZONASI dalam penanganan wabah penyakit menular, juga penting MEMASTIKAN kesiapan Alat Pelindung Diri (APD) , fasilitas isolasi dan protokol, sehingga bisa memberikan perlindungan kepada Nakes.

Kedua : Dalam konsep Manajemen Disaster, penting dalam mencapai RESPONSE TIME yang cepat, sehingga harus memotong birokrasi keuangan dan kebijakan LIKUIDITAS pendanaan agar RS yang ditunjuk bisa segera di support keuangan. Namun kenyataannya kebijakan pembiayaan yang ditempuh adalah “REIMBURSE” atau bahasa betawinya “Lo Obatin Dulu Ntar Gue Bayar”. Dengan janji pembiayaan yang cukup “menggiurkan” tersebut kembali membuat “celah” fitnah bagi Nakes dan RS. Sementara potret situasi lain pandemi adalah banyak fasilitas kesehatan yang terancam bangkrut akibat PSBB.
Jadi mekanisme pembiayaan “REIMBURSE” ini dapat menimbulkan poin positif dan poin negatif. POIN POSITIFnya adalah memudahkan bagi pemerintah dalam pembiayaan dan akuntabilitas. Selain menggunakan mekanisme verifikasi berlapis seperti BPJS, juga mewajibkan Nakes atau RS melakukan pengisian Penyelidikan Epidemiologi (PE) yang sejatinya dilakukan oleh epidemiolog Kesehatan Masyarakat.

Sementara POIN NEGATIFnya adalah ; ancaman terjadinya FRAUD MEDIS ditengah situasi ekonomi Faskes yang menurun. Apalagi KUNCI paling penting dalam verifikasi yaitu KECEPATAN hasil SWAB PCR sangat rendah. Juga sistem screening ala Kesehatan Masyarakat ODP dan PDP yang kriterianya sangat longgar memperbesar peluang terjadinya FRAUD tersebut.

Potret sisi kegelisahan masyarakat BUTUH KEPASTIAN akan anggota keluarganya yang sakit apakah Covid atau Bukan? Yang akan berdampak SOSIAL dan SPIRITUAL terutama dalam prosesi pemakaman.

Potret sisi Tenaga Medis yang sudah bekerja keras menangani pasien Covid-19 dengan resiko tertular, tanpa kepastian pembayaran yang jelas. Belum lagi harus menjelaskan kepada keluarga pasien dalam situasi yang tidak jelas. Selayaknya harus ada penjelasan ASPEK HUKUM KEBENCANAAN oleh pemerintah kepada masyarakat, sehingga itu bukan hanya dibebankan kepada Nakes yang dihadapkan pada keluarga pasien yang gelisah. Ditengah situasi tersebut sangat rentan emosi para nakes menghadapi situasi.

Situasi membuat BENTURAN antar Nakes dengan masyarakat. Masyarakat mem-bully nakes bahkan sampai mau menuntut. Sementara Nakes tak tinggal diam akan menuntut juga.
Selayaknya kedua belah pihak bisa menahan diri, sebab dalam konsep manajemen bencana salah satu kunci keberhasilan adalah “Jangan Membuat Masalah Di Tempat yang Sedang Bermasalah” atau jangan memantik api di dekat bensin. “Crisis Management” akan menentukan keberhasilan penanganan bencana. Hendaklah pemerintah, organisasi profesi, tokoh masyarakat bisa memberikan himbauan tentang pentingnya kerjasama dalam menangani bencana.

Sejatinya negara yang terdampak bencana sedang menjadi LOKUS MINORIS bagi kekuatan asing lain menginvasi negeri untuk dikuasainya. Mari kita sesama anak bangsa segera menyadarinya. Lebih baik bersatu menyelamatkan negeri ini dari keterpurukan dan ancaman pihak pihak lain yang berusaha menguasai negeri.

Salam. (*)

*Penulis: Dr. Yogi Prabowo, SpOT

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.