Sabtu, 05 Desember 2020

Riset Lifepal: Aktivitas Masyarakat Naik 23% Walau PSBB Diperpanjang

Riset Lifepal: Aktivitas Masyarakat Naik 23% Walau PSBB Diperpanjang

Foto: Antrean penumpang kereta di Stasiun Bogor yang didominasi karyawan yang bekerja di perusahaan yang masih tidak menerapkan #workfromhome meski di Jakarta sudah menetapkan status PSBB.

Jakarta, Swamedium.com — Pergerakan (mobilitas) masyarakat Indonesia sudah meningkat 23% dalam kurun waktu sebulan terakhir, meski Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maupun kebijakan pembatasan aktivitas lainnya masih diberlakukan di berbagai daerah tanah air.

Tentu saja hal ini mengejutkan lantaran kurva kasus COVID-19 Indonesia belum menunjukkan tren penurunan, sedangkan persiapan new normal dengan memberlakukan PSBB Transisi kini sudah bergulir di DKI Jakarta. Bukan tidak mungkin, kebijakan ini akan disusul oleh daerah lainnya.

Riset Lifepal mencatat, berdasarkan data di Apple Mobility Trends, pergerakan masyarakat yang sudah menurun sejak pertengahan Maret dan cenderung stabil sepanjang April, kembali meningkat di bulan Mei.
Mobilitas warga terendah ada saat hari pertama puasa

Grafik dari Apple Mobility Report menunjukkan adanya penurunan mobilitas masyarakat sejak 10 Maret, yang berangsur-angsur turun hingga mencapai titik terendahnya pada tanggal 25 Maret, di mana pergerakan masyarakat turun hingga -65%. Sepanjang bulan Maret, mobilitas cenderung stabil dengan kenaikan berkisar antara 1 hingga 2 persen saja.

Memasuki bulan April, penurunan mobilitas masyarakat juga masih bertahan dengan rerata aktifitas di -63%. Titik terendah mobilitas warga tercatat pada tanggal 24 April 2020, atau tepatnya di hari pertama puasa Ramadan dengan persentase rata-rata mobilitas sebesar -67%.

Mobilitas warga terus naik di bulan Mei, walau turun sedikit saat Idul Fitri. Menginjak awal Mei 2020, mobilitas justru terlihat mulai naik. Peningkatan mobilitas warga sudah mulai terlihat pada tanggal 1 Mei 2020, saat rerata mobilitas warga berada di angka -62%. Bisa dikatakan tanggal 1 merupakan titik mobilitas terendah di bulan Mei, karena kurva mobilitas terus mengalami kenaikan. Pada tanggal 24 Mei 2020 atau lebih tepatnya saat Hari Raya Idul Fitri, mobilitas sempat mengalami penurunan kembali ke level -51%.

Setelah itu, aktivitas masyarakat kembali bertambah, hingga mencapai titik tertinggi -40% pada tanggal 30 dan 31 Mei 2020. Secara total, sepanjang bulan Mei, rerata mobilitas warga ada di angka -54%, naik 9% dari bulan April.
Memasuki Juni, mobilitas warga malah naik.

Secara garis besar, terhitung sejak April 2020 hingga Juni 2020, rata-rata mobilitas warga justru meningkat sebesar 23%.

Apakah wacana new normal membuat masyarakat berani keluar rumah?

Tidak dapat dipastikan apa penyebab naiknya mobilitas masyarakat di tengah berbagai kebijakan pembatasan aktivitas, termasuk PSBB. Dengan kata lain, tidak diketahui pasti apa yang membuat warga lebih berani beraktivitas sebulan belakangan.

Namun, patut diduga, penyebabnya adalah munculnya berbagai wacana soal pelonggaran PSBB dan pemberlakuan new normal. Seperti diketahui, tepat pada 25 Mei 2020, wacana diberlakukannya new normal mulai bermunculan di media. Muncul pula wacana pembukaan mall yang rencananya akan dilakukan mulai 5 Juni 2020.

DKI Jakarta sudah mulai memberlakukan PSBB Transisi mulai 4 Juni 2020, dengan berbagai protokol yang sifatnya tidak seketat protokol PSBB sebelumnya. Maka besar kemungkinan tren kenaikan mobilitas warga ini akan berlanjut di bulan Juni.

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.