Senin, 30 November 2020

TAPERA Gugat Judicial Review terhadap UU Corona Jokowi

TAPERA Gugat Judicial Review terhadap UU Corona Jokowi

Foto: Ilustrasi (Antara)

Jakarta, Swamedium.com — Sejumlah advokat yang tergabung dalam Tim Advokasi Penyelamat Anggaran Negara (TAPERA) mengajukam permohonan judicial review terhadap Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Sistem Keuangan untuk Penanganan Pandemi Corona Virus
Disease 2019 (COVID-19) atau dikenal sebagai UU Corona.

“Proses penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2020 menjadi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 yang cacat hukum karena tidak memenuhi persyaratan formil dalam penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang sebagaimana yang diatur dalam Konstitusi UUD 1945 serta peraturan perundang-undangan lainnya,” demikian isi poin pertama dari keterangan tertulis TAPERA yang diterima Swamedium, Kamis (11/6).

Kedua, Perppu Nomor 1 Tahun 2020 yang telah ditetapkan menjadi Undang-undang lewat UU Nomor 2 Tahun 2020, telah memberikan legitimasi Cabang kekuasaan Eksekutif untuk menumpuk kekuasaan lewat perampasan fungsi dan kewenangan dari cabang kekuasaan Legislatif dan Yudikatif, sehingga dikhawatirkan Indonesia mengarah menjadi Negara
Totalitarianisme.

“Ketiga, Undang-Undang a-quo juga membuka keran potensi perampokan anggaran negara dan korupsi secara sistematis yang berlindung dibalik alasan “Penyelamatan Ekonomi,” kata TAPERA.

Dan Keempat, Undang-Undang a-quo juga MERAMPAS HAK KONSTITUSIONAL WARGA
NEGARA, untuk melakukan perlawanan atau upaya hukum secara pidana, perdata
maupun tata usaha negara bila mengalami kerugian atas tindakan hukum eksekutif atas nama Undang-undang a-quo.

Para Advokat tersebut mengajukan judicial review selaku kuasa hukum dari para pemohon yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), diantaranya, KH. Ahmad Sabri Lubis, H. Munarman, S.H., Khotibul Umam, Hasanudin, S.H., M.M., M.Si., Madi Saputra, DRG. Sp.Pros, Timsar Zubil, Irfianda Abidin, Ir. Ismail Yusanto, Muhammad Faisal Silenang, dan Dr. H. Sugianto, M.M..

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.