Sabtu, 28 November 2020

Epidemiolog Sebut Ada Kebohongan dalam Pengumuman Kasus Corona RI

Epidemiolog Sebut Ada Kebohongan dalam Pengumuman Kasus Corona RI

Foto: Petugas medis beristirahat setelah selesai melaksanakan SWAB Test di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Rabu (8/4). (ANTARA)

Jakarta, Swamedium.com — Juru bicara penanganan corona di Indonesia, Achmad Yurianto, setiap sore mengumumkan perkembangan kasus terkait COVID-19. Dari mulai kasus positif, pasien sembuh, kematian, hingga tes PCR dan TCM harian.

Teraktual, pada Kamis (11/6), Yurianto mengumumkan kasus positif berjumlah 35.295 orang. Pasien sembuh mencapai 12. 636, dan kematian tembus 2,000 orang.

Namun ahli epidemiologi FKM UI Pandu Riono mengkritisi apa yang diumumkan pemerintah tiap harinya itu. Katanya, tidak sesuai dengan ilmu wabah atau epidemiologi.

“Setiap hari kita disuguhi dengan angka laporan kasus covid-19. Kita menikmati angka tsb, mempercayai sebagai angka kasus yg terjadi hari itu. Padahal itu hanya pengumuman hasil pemeriksaan lab pcr yg terkofirmasi, tanpa kejelasan kapan sesungguhnya kasus tersebut,” kata Pandu dalam akun Twitternya, @drpriono, Jumat (12/6).

“Keterlambatan pemeriksaan lab serta keterlambatan sampai diumumkan. Juga berkali-kali ditumpuk pengumumannya. Tidak ada niat mengumumkan dengan benar sesuai dengan ilmu wabah (epidemiologi), prinsip statistik kesehatan publik,” kata Pandu lagi.

“Kebohongan terjadi setiap hari, dan publik menikmati” – Pandu Riono

Menurut Pandu, apa yang diumumkan bukanlah kasus yang terjadi 24 jam sebelumnya. Yang diumumkan, kata dia, hanya pengumuman hasil lab terkonfirmasi.

“Setiap hari kita disuguhi dengan angka laporan kasus COVID-19. Kita menikmati angka tersebut mempercayai sebagai angka kasus yang terjadi hari itu,” ungkapnya.

“Padahal itu hanya pengumuman hasil pemeriksaan lab PCR yang terkonfirmasi, tanpa kejelasan kapan sesungguhnya kasus tersebut,” sambung Pandu.

Menurut Pandu, pemerintah harus membuka secara gamblang kasus yang diumumkan merupakan kapan penemuan kasus positif tersebut.

“Ya betul (harus demikian. -red),” kata Pandu.

Sumber: Kumparan

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.