Senin, 23 November 2020

Sultan Pontianak IX Desak Aparat Tangkap Hendropriyono

Sultan Pontianak IX Desak Aparat Tangkap Hendropriyono

Foto: Sultan Pontianak IX Sultan Syarif Machmud Melvin Alqadrie SH.

Pontianak, Swamedium.com — Pernyataan mantan Kepala BIN AM Hendropriyono bahwa Sultan Hamid II tidak layak diberi gelar pahlawan nasional karena merupakan seorang pengkhianat menuai protes dari sejumlah kalangan. Protes keras, salah satunya, dilayangkan Sultan Pontianak IX Sultan Syarif Machmud Melvin Alqadrie.

Sultan Melvin menyatakan bahwa pernyataan Hendropriyono tersebut merupakan fitnah terhadap Sultan Hamid II yang merupakan perancang Lambang Negara Garuda Pancasila.

Sultan Melvin pun meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera menangkap Hendropriyono karena dinilai menghina kakek Sultan Pontianak itu yang sekaligus perancang lambang negara Indonesia Burung Garuda.

“Dia harus ditangkap dan diadili. Sebelum saya mengeluarkan titah saya sebagai sultan. Jangan tunggu masyarakat marah dan bergerak,” tegas Sultan Melvin melalui keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (13/6).

Sultan Melvin juga meminta Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji tidak diam dan hanya menonton melihat ujaran Hendro tersebut yang menurutnya adalah sebuah penghinaan. “Gubernur Kalbar jangan hanya diam dan menjadi penonton atas penghinaan ini,” sergahnya.

“Sekali lagi saya tegaskan dia, Hendro Priyono harus segera ditangkap dan diadili sebelum rakyat bergerak,” imbuh Sultan Melvin.

Pernyatan Hendropriyono

Sebagaimana diketahui, Hendropriyono mengeluarkan pernyataan kontroversial dalam sebuah rekaman yang tayang di kanal Youtube pada 11 Juni, 2020. Dalam rekaman itu, Hendropriyono menyebutkan alasan mengapa Sultan Hamid II tidak layak dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

“Tiap tahun kan ada pengusulan untuk menjadi pahlawan nasional, pada peringatan 17 agustus, hari proklamasi kemerdekaan republik Indonesia. Akhir-akhir ini kan gencar sekali saya menerima WhatsApp, saya kira ini viral ya di media sosial tentang pengusulan Sultan Hamid II dari Pontianak sebagai pahlawan nasional. Saya ingatkan kepada generasi penerus bangsa, para kaum muda, jangan sampai tersesat dengan suatu usaha politisasi sejarah bangsa kita. Karena Sultan Hamid II ini, bukannya pejuang bangsa Indonesia,” jelas Hendropriyono.

Hendropriyono menjelaskan, definisi pahlawan nasional adalah orang yang merebut dan memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Menurut Hendropriyono, Sultan Hamid II tidak masuk kategori tersebut.

“Dia justru dulunya adalah tentara KNIL (Tentara Belanda di Indonesia) yang pro ke Belanda. Jadi tidak pro ke Indonesia. Dia bahkan pernah ditugaskan untuk memerangi kita (Indonesia),” paparnya.

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.