Sabtu, 05 Desember 2020

FUIB Sulsel: Waspada Anasir Komunis dalam Proses Legislasi RUU HIP

FUIB Sulsel: Waspada Anasir Komunis dalam Proses Legislasi RUU HIP

Foto: Jumpa pers FUIB Sulsel terkait RUU HIP.

Makassar, Swamedium.com — Forum Umat Islam Bersatu Sulawesi Selatan (FUIB Sulsel) menyatakan sikapnya terkait Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Menurut FUIB Sulsel, RUU HIP terindikasi adanya penetrasi anasir komunis dalam proses RUU tersebut.

“Terindikasi dengan jelas adanya upaya mereduksi Pancasila dengan pemerasan menjadi Trisila dan Ekasila, bahkan dengan menyingkirkan Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, dan menggantinya dengan Gotong royong, yang secara harfiah memang telah menjadi jiwa bangsa Indonesia, namun secara historis selalu menjadi jargon kaum komunis. Dengan demikian sangat patut diwaspadai penetrasi anasir komunis dalam proses RUU ini,” kata Andi Hidayatullah Lukman, S.S
Sekretaris FUIB Sulsel melalui keterangan tertulis yang diterima Swamedium, Rabu (17/6).

Selain itu, dengan tidak mencantumkan TAP MPRS XXV/MPRS/1966 sebagai konsideran, dimana TAP MPRS ini telah menjadi payung dan pagar konstitusi bangsa Indonesia dari serangan agitatif kaum komunis, maka nampak dengan jelas adanya upaya sistematis menyingkirkan pagar ini dan menggiring anak bangsa menjadi antek dan pengikut komunis.

Berikut isi lengkap pernyataan sikap FUIB Sulsel.

Pernyataan Sikap FUIB (Forum Umat Islam Bersatu) Sulawesi Selatan Terhadap RUU ( Rancangan undang-undang) HIP (Haluan Ideologi Pancasila)
ِ
Mencermati kondisi kebangsaan dengan adanya RUU (Rancangan undang-undang) HIP (Haluan Ideologi Pancasila) yang diajukan DPR RI, maka FUIB SUL-SEL wadah kordinasi dan silaturrahim ormas dan komunitas Islam di Sulawesi Selatan yg merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
NKRI memandang perlu untuk menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

1. Menuntut semua Pembahasan dan proses legislasi RUU HIP tersebut untuk dihentikan, dengan alasan :
1.1. Terindikasi dengan jelas adanya upaya mereduksi Pancasila dengan pemerasan menjadi Trisila dan Ekasila, bahkan dengan menyingkirkan Sila Pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, dan menggantinya dengan Gotong royong, yang secara harfiah memang telah menjadi jiwa bangsa Indonesia, namun secara historis selalu menjadi jargon kaum komunis. Dengan demikian sangat patut diwaspadai penetrasi anasir komunis dalam proses RUU ini.
1.2.Tidak mencantumkan TAP MPRS XXV/MPRS/1966 sebagai konsideran, padahal TAP MPRS ini telah menjadi payung dan pagar konstitusi bangsa ini dari serangan agitatif kaum komunis. Dengan demikian nampak dengan jelas adanya upaya sistematis menyingkirkan pagar ini dan
menggiring anak bangsa menjadi antek dan pengikut komunis.
1.3. RUU ini sangat potensial menjadi alat legitimasi penafsiran tunggal otoriter terhadap Pancasila yang pada gilirannya menjadi perangkat tindakan represif dari rezim penguasa.
1.4. RUU ini tidak memenuhi unsur kemanfaatan dan efektifitas legislasi, dimana semua alasan untuk pengadaannya telah terpenuhi pada peraturan perundang-undangan sebelumnya.

2. Memberikan dukungan sepenuhnya terhadap Maklumat MUI Pusat dan 34 Provinsi, serta segenap komponen anak bangsa yang menolak RUU HIP ini.

3. Menuntut Pemerintah dan DPR untuk fokus menghadapi persoalan yang mendera saat ini, yaitu pandemi Covid-19 yang sangat mengkhawatirkan, dan tidak menghamburkan dana, daya, energi, dan potensi untuk sesuatu yang tidak jelas manfaatnya bagi bangsa, bahkan justru menyulut kontroversi dan instabilitas nasional.

4. Menyerukan kepada seluruh bangsa Indonesia khususnya umat Islam untuk senantiasa mewaspadai kebangkitan komunis yang menunggangi pos – pos kekuasaan.

5. Menyerukan kepada seluruh bangsa Indonesia, khususnya umat Islam untuk menjaga persatuan dan kesatuan dan saling melindungi satu sama lain.

6. Menyerukan kepada seluruh bangsa Indonesia, khususnya kaum muslimin untuk mengawal jihad konstitusional para ulama ini dengan penuh kesabaran dan tawakkal kepada Allah subhanahu Wa ta’ala.

7. Mengingatkan kepada seluruh elemen-elemen perjuangan untuk memantapkan komunikasi dan kordinasi serta mewaspadai provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

8. Menyerukan kepada segenap umat Islam untuk senantiasa memantapkan doa, ibadah dan taqarrub kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala serta memohon pertolongan Nya.

Demikianlah pernyataan ini kami buat sebagai bagian dari kontribusi perjuangan umat, Hasbunallah wa ni’mal wakiel Nashrun minallah wa fathun qarieb.

Makassar, 17 Juni 2020

Kami Atas Nama Forum Ummat Islam Bersatu Sulawesi Selatan

Ust. Muchtar Dg. Lau, S.Pdi.
Ketua

Andi Hidayatullah Lukman, S.S
Sekretaris

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.