Selasa, 20 Oktober 2020

Cerita Teguh Ethical Hacker Beberkan Bobolnya Database Polri

Cerita Teguh Ethical Hacker Beberkan Bobolnya Database Polri

Foto: Teguh Aprianto (kedua dari kanan) didampingi tiga pengacara saat mendatangi Mabes Polri.

Jakarta, Swamedium.com — Pendiri komunitas Ethical Hacker Indonesia, Teguh Aprianto, membeberkan dirinya sempat disambangi empat orang yang mengaku dari Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri usai mengunggah cuitan di Twitter berisi informasi ada orang yang menawarkan akses ke Sistem Informasi Personil Polri (SIPP) seharga Rp17 juta di sebuah forum internet.

Dikutip dari postingan di blog pribadinya pada Kamis (18 Juni 2020), Teguh bilang ada empat penyidik dari Bareskrim yang datang ke rumahnya pada Selasa (16 Juni 2020) pukul 14.15 WIB, sehari setelah Teguh mengabarkan bobolnya database SIPP milik Polri itu.

Menurut Teguh, empat penyidik itu datang untuk meminta bantuan informasi tambahan terkait kasus kebobolan data anggota Polri. Ia pun diminta untuk ikut bersama mereka saat itu juga.

Namun Teguh menolak permintaan itu. Ia meminta diizinkan menyusul dengan didampingi pengacara. Permintaan itu dipenuhi. Para penyidik itu pun berangkat setelah Teguh memastikan akan datang ke Mabes Polri bersama pengacaranya.

Sebelumnya, beberapa jam usai mengunggah cuitan tentang bobolnya database Polri itu, Teguh mengaku dihubungi oleh Head of Analyst Cyber Crime Polri, Mochammad Yunus Saputra melalui LinkedIn dan ditawarkan untuk menjadi konsultan siber di Bareskrim.

“Tawaran tersebut kemudian saya tolak, karena selama ini saya membatasi diri untuk tidak menerima tawaran pekerjaan apapun dari lembaga pemerintah,” tulis Teguh.

Malamnya, pukul 21.33 WIB, Teguh mengaku menerima 5 panggilan tak dikenal melalui WhatsApp. Namun, panggilan itu ditolak otomatis oleh hp-nya karena saat itu dirinya sedang tidak ingin menerima panggilan dari siapapun.

“Akun WhatsApp tersebut mengggunakan profil Batman tanpa display name. Setelah saya identifikasi, nomor tersebut terdaftar atas nama Ardy Cyber Crime,” tambah Teguh.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.