Senin, 13 Juli 2020

Doa Sebagai Ikhtiar Terhebat

Doa Sebagai Ikhtiar Terhebat

Foto: Ustaz Bachtiar Nasir.

Jakarta, Swamedium.com — Jika suatu hari kita memiliki uang banyak di bank kemudian ATM terkunci sehingga tak bisa diakses, kiri-kira apa yang akan dilakukan? Pergi ke Bank memberitahukan problem ini atau diam saja sembari menunggu ATM terbuka kembali?

Pertanyaan gampang ini tidak perlu dijawab. Yang hendak penulis katakan dari analogi ini adalah kalau kita tidak berdoa, sama saja seperti anak yang sedang lapar, ketika dia tidak minta, maka tidak bisa makan.

Perhatikan firman Allah Ta’ala berikut ini:

{وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ} [البقرة: 186]
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS. Al-Baqarah [2]: 186)

Allah Subhanahu wata’ala itu dekat. Semua yang kita kejar, sudah lama milik Allah Ta’ala. Dia akan kabulkan, jika kita berdoa.. Tapi kalau tidak berdoa, Allah Subhanahu Wa Ta’ala bahkan marah. Ini sebuah feel (rasa) yang harus kita pegang dan harus kita imani. Jangan memakai selera keduniaan, seperti halnya saat meminta kepada bos. Sekali dua kali minta masih oke, tapi tidak untuk yang ketiga kalinya.

Dari surah Al-Baqarah ayat 186 tadi, ada banyak yang bisa ditadabburi, penulis akan ambil misalnya dari satu angle. Allah Subhanahu wata’ala akan memperkenankan doa orang yang berdoa, karena “dia adalah hamba-Ku,” sebagaimana potongan ayat tersebut. Karena itu, semakin banyak doa kepada Allah, maka dia akan semakin banyak beribadah kepada-Nya.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.