Senin, 23 November 2020

Pengamat: Megawati Terjebak RUU HIP, Jokowi Jatuh Bulan Agustus

Pengamat: Megawati Terjebak RUU HIP, Jokowi Jatuh Bulan Agustus

Jakarta, Swamedium.com — Pengamat Sosial, Politik, dan Ekonomi Djoko Edhi Abdurrahman mengatakan bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sedang terjebak oleh Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). Menurutnya, PDIP saat ini sudah tidak punya dana lagi untuk membiayai organisasi masyarakat (Ormas) agar mendukung RUU HIP.

“Tapi kebangkrutan sekarang bahkan lebih dari kebangkrutan lagi, akibatnya Megawati terjebak di (RUU) HIP. PDIP udah nggak punya duit, akibatnya tidak punya biaya untuk nyogok,” katanya dalam saluran YouTube Kabar dari kami TV Channel, Rabu (24/6/2020).

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa kesluitan lain yang dialami PDIP saat ini adalah ormas Islam sudah bersatu. Sehingga, untuk menerima sogokan dari PDIP agak susah. Belum lagi ditambah dengan desakan untuk mencari siapa dalang di belakang munculnya RUU HIP.

“Dia mau nyogok Ormas, ormas-ormas Islam itu bersatu sekrang, kalau dulu bisa disogok. Apalagi, sudah ada orang-orang yang minta cari siapa orang di belakang RUU (HIP) ini, itu nanti berujung makar, kena itu orang,” katanya.

Selain melihat kondisi PDIP, mantan anggota DPR RI ini juga mengatakan bahwa pemerintahan Jokowi akan segera berakhir pada Agustus 2020. Sebab, menurutnya, kondisi Indonesia saat ini sudah tidak memungkinkan lagi untuk bertahan.

“Jatuhnya kalau tidak di quartal kedua, Q2 itu sekitar bulan 8, Jokowi jatuh, karena Jokowi tak ada duit lagi. Memang Sri Mulyani bilang quartal kedua ekonomi mebaik, darimana itu? sekarang bank mau kolaps semua,” katanya.

Dia mengatakan, hanya satu hal yang dilakukan oleh Jokowi saat ini adalah menjaga agar orang-orang tidak kelaparan. Namun, kata dia hal itu hanya bertahan 1 bulan.

“Dalam keadaan bangkrut, mereka masih mencoba bermain dramaturgi, seolah-olah tiak ada apa-apa. Jokowi sekarang sedang menjaga supaya tidak ada orang kelaparan, tapi bulan ini masih lah, tapi dua bulan lagi orang semua kelaparan, duitnya habis. Kalau habis, maka mulai menajarah. Kalau dibandingkan dengan 98, ini lebih seru, karena krisis ini dari dua sisi, deman dan supply, sudah bangkrut,” tutupnya.

Sumber: Law-Justice

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.