Senin, 30 November 2020

Ditagih! Utang Jokowi ke BUMN Sebesar Rp 108 Triliun

Ditagih! Utang Jokowi ke BUMN Sebesar Rp 108 Triliun

Foto. Utang pemerintah meningkat drastis tapi produktivitas ekonominya rendah. (nael)

Jakarta, Swamedium.com — Kementerian BUMN menyebutkan utang instansi pemerintah ke BUMN mencapai RP 108,48 triliun.

Pemerintah pun menyiapkan dana untuk membayar utang tersebut kepada BUMN. Pembayaran utang pemerintah itu diberikan terutama ke BUMN yang menyalurkan subsidi ke masyarakat. Seperti PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), PT Kereta Api Indonesia, Perum Bulog, dan PT Pupuk Indonesia (Persero).

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan, pemerintah menyiapkan dana Rp 152,15 triliun tahun ini untuk BUMN. Dari angka itu sebesar Rp 108,48 triliun untuk membayar utang pemerintah ke BUMN.

Menurut Arya, kondisi ekonomi yang merosot karena pandemi Corona membuat bisnis BUMN ikut tertekan. Akhirnya menagih utang menjadi jalan yang ditempuh.

“Ketika kondisi iklim bisnis tidak baik kan sangat biasa perusahaan mengejar piutang mereka. BUMN-BUMN karena punya piutang ke pemerintah maka mereka mengejar itu supaya mempertahankan cashflow dan sebagainya. Itu yang mereka kejar itu Rp 108 triliun,” tutur Arya, dalam wawancara di IDX Channel, Selasa (9/6).

Arya pun menjawab tudingan-tudingan tentang anggaran piutang tersebut. Menurutnya sudah sewajarnya BUMN menagih utang ketika bisnisnya juga sedang turun.

“Kalau ditanya wajar dibayar? Ya kalau Anda punya utang ya wajar bayar utang, itu hal yang nggak perlu dipertanyakan. Kalau punya piutang wajar dia tagih orang yang dihutangi,” ujar Arya Sinulingga.

Sumber: nusabali

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.