Selasa, 14 Juli 2020

Energi Kotor dan Keringnya Kantong Jokowi

Energi Kotor dan Keringnya Kantong Jokowi

Foto: Salamuddin Daeng. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Indonesia sudah berjanji untuk meningkatkan pangsa energi terbarukan menjadi 23 persen dari bauran energi nasional, tetapi saat ini sedang melambat untuk memenuhi target ini. Ada sejumlah strategi untuk meningkatkan pangsa energi terbarukan.

Dalam sebuah laporan menguraikan beberapa solusi yang mungkin dapat ditempuh pemerintahan Jokowi termasuk strategi untuk meningkatkan tenaga surya dan biomassa, mengurangi ketergantungan pada batubara, dan mereformasi harga energi. Semua janji itu adalah bagian dari komitmen pada Perjanjian Paris COP 21.

Indonesia telah menandatangani untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29 persen di bawah emisi baseline pada tahun 2030 (dan sebesar 41 persen tergantung pada dukungan internasional). Selain tujuan energi terbarukan 23 persen, Indonesia juga memiliki target untuk mencapai rasio elektrifikasi 100 persen pada tahun 2020. Target-target ini mencerminkan keinginan pemerintah Indonesia untuk memenuhi komitmen perubahan iklimnya berdasarkan Perjanjian Paris, serta komitmen politiknya kepada rakyat Indonesia untuk memasok semua orang Indonesia dengan listrik. Namun, Indonesia saat ini tidak tepat sasaran.

Bertolak belakang dengan prediksi pemerintah, penambahan kapasitas terpasang pembangkit listrik energi terbarukan berjalan lambat selama tiga tahun terakhir. Total kapasitas terpasang yang dapat diperbarui berdiri di 9,4 GW pada akhir 2018, jauh di bawah target Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral 15,5 GW pada kuartal kedua 2018. Sampai saat ini bauran energi Indonesia hanya pada kisaran 9 persen tidak mengalami kemajuan bahkan menurun.

Pada 2018, Institut Internasional untuk Pembangunan Berkelanjutan menerbitkan laporan yang mengidentifikasi serangkaian “penghalang jalan” untuk pengembangan energi terbarukan di Indonesia. Selain itu, laporan itu berpendapat bahwa harga rendah dan kebijakan yang terus berubah ubah adalah hasil dari tantangan politik mendasar, atau trilemma, yang dihadapi sektor ini. Bagian terberatnya Indonesia masih dibawah kendali bandar minyak dan batubara yang merupakan penopang utana ekonomi saat Ini.

Pages: 1 2 3 4 5 6

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.