Jumat, 04 Desember 2020

Heboh MA Batalkan Kemenangan Jokowi Ditengah Terpuruknya Ekonomi

Heboh MA Batalkan Kemenangan Jokowi Ditengah Terpuruknya Ekonomi

Jakarta, Swamedium.com — Kemarin saya ke sebuah bank. Tak seperti biasa. Saya ditanya mau tarik berapa pak? Saya balik tanya, ada apa? Memang tidak boleh tarik lebih dari 10 juta?

Saya jadi teringat krisis likuiditas yang dialami oleh bank swasta beberapa hari yang lalu. Tidak bisa tarik dana lebih dari 10juta. Antrian panjang pun mengular mulai dari dini hari.

Beberapa bank menurut informasi mengalami kesulitan likuiditas. Kondisi beberapa bank diambang “sakaratul maut”.

Cadangan devisa makin tipis. Rumornya ratusan triliun digunakan untuk membendung laju pergerakan dolar Amerika. Pencitraan ekonomi baik-baik saja.

Inikah tanda-tanda krisis moneter yang bakal melanda Indonesia yang selama ini ditutup rapat-rapat oleh pemerintah? Jokowi dan Sri Mulyani telah memberikan warning bakal terjadinya krisis ekonomi.

Konon kabarnya proyek Kartu Prakerja bernilai triliun dananya tak jelas. Antara ada dan tiada. Sekarang pun tak terdengar lagi kelanjutan kartu Prakerja. Proyek penuh kontroversi dan misteri.

Kementerian Kesehatan belum terima anggaran kesehatan Rp 87,55 triliun. Sedangkan menurut Jokowi dalam video marah-marah yang sempat viral penyerapan anggaran sangat minim. Hanya 1,56% saja. Padahal, anggaran Covid-19 Kemenkes sebesar Rp 87,55 triliun belum cair.

Jangan-jangan anggaran Covid-19 ribuan triliun hanya pepesan kosong. Keuangan negara sedang dalam kesulitan besar. BUMN dilego. Investasi diobral. Indonesia ‘dijual’.

Ada yang menyebut anggaran Kementerian Kesehatan digunakan untuk stimulus ekonomi. Benarkah? Dugaan ini beralasan bila dikaitkan dengan kondisi ekonomi Indonesia saat ini. Minus diambang runtuh. Bank dan bursa saham terancam collapse.

Ibarat tim sepak bola. Beberapa pemain cedera. Kapten sudah dapat 3 kartu kuning. Seharusnya sudah kartu merah. Keluar arena permainan. Lima pemain lainnya diganjar 2 kartu kuning. Dipaksa bermain. Harus menang pula.

Begitulah pemisalan pemerintahan Jokowi – Amin saat ini. Seperti tim sepak bola di atas. Apalagi menurut unggahan Hersubeno Arief dalam channel youtube. Mahkamah Agung membatalkan kemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019. Jika benar akan jadi berita paling heboh dan sangat dinantikan oleh rakyat.

Pemerintahan Jokowi – Amin sempoyongan. Beban terlalu berat. Ekonomi hancur-hancuran. Tidak punya uang berlagak banyak duit. Ngutang pula. Miskin berlagak kaya. Kerek berwajah keren.

Selain itu. Pasca diumumkannya putusan MA pada 3 Juli 2020 membuat legalitas pemerintahan Jokowi – Amin dipertanyakan. Putusan KPU yang memenangkan Jokowi – Amin dibatalkan Mahkamah Agung.

Ekonomi Sempoyongan. Keuangan negara limbung. Menteri bingung. Presiden dan Wakil Presiden dibatalkan MA. Rakyat sujud syukur.

Mungkinkah keruntuhan ekonomi diikuti runtuhnya kekuasaan Jokowi pasca putusan Mahkamah Agung? Bisa saja terjadi dua-duanya. Atau hanya salahsatu saja. Ekonomi runtuh Jokowi turun tahta. Atau sebaliknya, ekonomi selamat Jokowi runtuh. Tergantung konstelasi politik. Putusan MA sudah ada. Bandul politiknya antara kepentingan Amerika atau China. Siapa kuat.

Seperti pada krisis 1998. Pak Harto ditinggalkan para menterinya. Pak Harto lengser. Jokowi berpeluang bernasib sama dengan Pak Harto. Ditinggalkan para menteri. Jokowi lengser pasca diumumkannya putusan MA?.

Walaupun akan terjadi tarik menarik antar kekuatan politik dalam negeri dan pengaruh China komunis dan Amerika dalam hal siapa pengganti Jokowi. Indonesia dikepung salibis liberalis dan komunis kapitalis.

Amerika berkepentingan agar pengganti Jokowi tidak terlalu ke China-chinaan. Sementara China berkepentingan agar penerus Jokowi tidak mengganggu kepentingan China di Indonesia.

Siapa dia? Wait and see. RUU HIP hanya warming up. Test the water. Sebelum skenario besar terjadi pasca putusan pembatalan kemenangan Jokowi – Ma’ruf Amin oleh Mahkamah Agung.

Skenario Allah Ta’ala akan indah pada waktunya.

وَمَكَرُوا۟ وَمَكَرَ ٱللَّهُ ۖ وَٱللَّهُ خَيْرُ ٱلْمَٰكِرِينَ

*”Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.”* (QS. Ali Imran: 54)

Jakarta, 15 Dzulqa’dah 1441/7 Juli 2020

*Penulis: Tarmidzi Yusuf (Pegiat Dakwah dan Sosial)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.