Sabtu, 08 Agustus 2020

Penutupan STAN Karena Isu Radikalisme? Sudirman Said: Bisa Jadi Skandal Bernegara

Penutupan STAN Karena Isu Radikalisme? Sudirman Said: Bisa Jadi Skandal Bernegara

Foto: Sudirman Said. (jatengmuktibareng)

Jakarta, Swamedium.com — Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2014-2019 Sudirman Said menyayangkan penutupan sementara Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara). Apalagi jika penutupan itu dikait-kaitkan dengan isu radikalisme.

“Jika benar penutupan STAN karena isu radikalisme, ini akan jadi skandal bernegara. Sejarah akan mencatat kekeliruan pandangan dan kekeliruan langkah ini. Semoga Bu Menteri dan seluruh penentu kebijakan dalam urusan STAN ini sempat memikirkan dalam-dalam,” kata Sudirman, di Brebes, Jateng, Jumat (10/7/2020)

Lebih lanjut, Ketua Alumni STAN 2014-2016 ini menyatakan, orang yang menuduh radikal harus belajar membedakan antara gairah beragama (kesalehan), usaha menjaga kelurusan hidup, dan pandangan radikal dalam politik.

Menurut dia, yang memberi stempel radikal lebih banyak mereka yang punya cara pandang politik. Berbahaya kalau cap radikal disematkan oleh orang yang tidak menjalankan agama dengan baik, apalagi oleh orang yang berbeda agama.

“Menjadi orang yang saleh, menjalankan agama dengan segala simbolnya, sesungguhnya sama dengan mengamalkan Pancasila, sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Kalau rajin mengaji, rajin sembahyang, menampilkan simbol beragama disebut radikal, itu sama artinya dengan mengatakan yang mengamalkan Pancasila adalah radikal,” tegas Sudirman.

Dosen mata kuliah Kepemimpinan di STAN ini menambahkan, mahasiswa STAN banyak yang berafiliasi dengan masjid kampus, dan meneruskan kebiasaan di kantor ketika sudah bekerja. Banyak di antaranya yang melakukan itu untuk menjaga integritas agar tidak larut dengan praktik korupsi dan suap menyuap.

Menjaga integritas dalam alam seperti sekarang, terangnya, memang memerlukan keteguhan sikap. Saat ini banyak sekali pihak yang dicap radikal karena bicara kebenaran, bicara idealisme.

Pages: 1 2

Related posts

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.