Sabtu, 08 Agustus 2020

Mahasiswa Geruduk DPR, Ah yang Bener?

Mahasiswa Geruduk DPR, Ah yang Bener?

Foto: Tony Rosyid. (dok. pribadi)

Jakarta, Swamedium.com — Beda mahasiswa sekarang (abad 21) dengan mahasiswa dulu (abad 20). Setidaknya ada dua faktor. Pertama, mahasiswa sekarang umumnya lebih berorientasi pada kerja. Cepat lulus, IP bagus, dapat pekerjaan, punya duit, lalu cari mertua. Gak sabar untuk segera hidup mapan.

Para aktifis mahasiswa di abad 20, mental berbangsanya lebih kuat dibanding aktifis mahasiswa abad 21. Dulu saat ke Jakarta, para mahasiswa naik bus, kereta atau kapal. Bahkan ada yang numpang truk. Makannya nasi bungkus. Siap drop out. Mahasiswa sekarang? Naik pesawat bro! Rapatnya suka di resto dan Cafe. Mungkin para aktifis sekarang berasal dari orang tua yang kaya. Atau sudah pinter cari donatur.

Joko Edi Abdurrahman, mantan anggota dewan yang sekarang aktif sebagai pengacara ini pernah melempar isu bahwa ada dana 200 juta yang mengucur setiap bulannya ke Ormas Mahasiswa. 20 juta untuk pimpinannya. Isu sempat ramai, bahkan Joko Edi akan dilaporkan ke polisi. Ditunggu, kok laporannya gak jadi-jadi, kata Joko Edi.

Benar atau tidak itu isu, proses hukum gak berjalan. Karena laporan gak kunjung dibuat. Sehingga masyarakat gak tahu persisnya. Tapi, stigma terlanjur menyebar.

Kedua, posisi mahasiswa sekarang berada dalam tekanan kampus. Sejak rektor dipilih oleh menteri dan dekan dipilih oleh rektor, maka kampus berada dalam kontrol.

Di zaman Orde Lama dan Orde Baru, kampus juga berada dalam kontrol. Ada juga mahasiswa, dosen dan rektor yang dipecat. Bahkan dipenjara. Tapi sekarang, kontrolnya lebih terstruktur. Melalui semua pimpinan kampus. Macam-macam, sikat!

Saat ini, nyaris rektor dan dekan menjadi alat kontrol kampus. Tidak saja mahasiswa, dosen yang terlalu kritis terhadap penguasa akan dapat teguran. Bahkan sebagian dapat teror dan intimidasi. Kasus diskusi publik di Fakultas Hukum UGM yang sempat ramai beberapa bulan lalu jadi salah satu buktinya. Gimana nasib kasusnya? Gelap!

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.