Sabtu, 08 Agustus 2020

Hagia Sophia dan Masa Depan Dunia Islam

Hagia Sophia dan Masa Depan Dunia Islam

Foto: Ustaz Fahmi Salim. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Alhamdulillah, tidak ada kata yang pantas terucap kecuali segala puji bagi Alloh dan rasa syukur mendengar berita gembira, Aya Sofia kembali berfungsi menjadi masjid agung terhitung sejak 11 Juli 2020.

Selamat bagi masyarakat Turki, dan Presiden Recep Tayyip Erdogan, setelah menanti sekian lama untuk mewujudkan wasiat dari Sultan Muhammad Al Fatih.

Masjid Agung Aya Sofia adalah wakaf dari sang penakluk Konstantinopel, yang disebutkan oleh Rasululloh shallallahu alahi wa sallam, sebaik-baiknya pemimpin dan pasukan yang dipimpinnya, sebaik-baiknya pasukan.

Kebahagian bukan hanya untuk rakyat Turki, juga kaum muslimin di seluruh dunia, terutama umat Islam di Indonesia.

Aya Sofia adalah saksi sejarah tentang sebuah kejayaan Islam, jejak puncak mercusuar Islam di Eropa Timur, bahkan cahayanya menembus ke seluruh penjuru dunia kala itu, sebagaimana Masjid Cordova yang berada di Andalusia, atau Spanyol yang juga puncak mercusuar Islam di barat.

Sejak tahun 1934, Aya Sofia tak lagi berfungsi sebagai masjid setelah Presiden Kemal Attaturk kala itu mengeluarkan dekrit mengubah Aya Sofia dari masjid menjadi museum. Sebagai bukti keberhasilan proyek sekularisasi di Turki.

Namun, rakyat Turki tetap merindukan kejayaan Islam kembali tegak. Setelah 86 tahun berlalu, cita cita itu terwujud dengan mengembalikan ikon kejayaan masa lalu itu, dan in syaaAlloh kejayaan Islam itu akan kita raih bersama.

Kami dukung pernyataan Presiden Erdogan bahwa Aya Sofia adalah kedaulatan Turki. Tidak boleh negara lain ikut campur sebagaimana keinginan UNESCO untuk mempertahankan Aya Sofia sebagai museum hanya alasan sebagai salah satu situs warisan dunia.

Mengembalikan fungsi Aya Sofia dari museum menjadi masjid adalah keputusan pengadilan bukan keputusan otoriter sang penguasa, apalagi umat Islam sudah menanti lama. Tahun 2012, mereka menuntut untuk kembali bersujud di masjid yang merupakan wakaf Sultan Al Fatih Maka, siapa pun yang mengubahnya akan mendapat laknat dari Alloh dan Rasul-NYA, Begitulan dokumen wakaf yang ditulis Al Fatih.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.