Sabtu, 08 Agustus 2020

Adil Dong Pak, Tangkap Juga Denny Siregar

Adil Dong Pak, Tangkap Juga Denny Siregar

Foto: M Rizal Fadillah. (ist)

Bandung, Swamedium.com — Pembobol data pribadi Denny Siregar, FFH telah ditangkap oleh Kepolisian di Surabaya. Konon terancam UU ITE dan lainnya. Publik menilai betapa cepatnya Polisi menindaklanjuti laporan Denny Siregar. Dan luar biasa sigap menangkap pelaku.

Berbeda dengan respon laporan masyarakat Tasik atas perbuatan Denny Siregar yang juga dinilai melanggar UU ITE. Bahkan bila serius bisa pada pasal penodaan agama. Denny menyebut santri tahfidz Qur’an sebagai “calon teroris”. Masyarakat muslim Tasikmalaya marah dan melaporkan Denny.

Kasus Tasik tidak secepat dan sesigap penangkapan pembobol. Denny masih berkeliaran dalam marah marahnya. Hendak menuntut Telkomsel segala. Perbuatan Denny jelas-jelas telah menyinggung umat Islam. Khususnya lingkungan Pesantren. Tak kurang Wagub Jabar asal Tasik pun ikut bersuara mengecam dan meminta Polisi bertindak cepat.

Denny lupa hukum dunia saja berbalas “siapa menabur angin, akan menuai badai”. Denny bully anak AHY, ia bully anak santri, kini anaknya habis dibully warga. Denny gelisah “kalau anak anak tidak kuat, bisa gila”. Sergahnya. Itulah akibat, jangan salahkan dulu orang lain. Evaluasi bacaan diri dalam pergaulan sosial.

Jika FFH ditangkap, adalah adil jika Denny pun ditangkap. Jika FFH ditahan, wajar secara hukum Denny ditahan pula. Keduanya sama sama diduga melanggar UU ITE. Jika FFH diproses cepat oleh pihak Kepolisian maka semestinya Denny diproses tidak kalah cepat pula. Inilah kesamaan di depan hukum.

Pasal 28 D ayat (1) UUD 1945 menyatakan :

“Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan hukum yang sama di hadapan hukum”.

Nah hak dan kewajiban Konstitusional seperti ini patut menjadi perhatian semua pihak, khususnya aparat penegak hukum. Karena bila terjadi diskriminasi maka bukan hanya kepercayaan yang akan merosot akan tetapi kebencian akan tumbuh. Membantu membangun masyarakat penuh kebencian (hatred society).

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.