Senin, 03 Agustus 2020

Sumber Kapital Kering, Negara Reformasi Segera Sirna

Sumber Kapital Kering, Negara Reformasi Segera Sirna

Foto: Haris Rusly Moti. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — 21 Mei 1998 adalah hari lahirnya sebuah era. Presiden Soeharto menyatakan berhenti setelah berkuasa selama 30-an tahun. Era Orde Baru berakhir. Era reformasi yang berpondasi liberalisme lahir pada hari itu.

Namun, saat ini, kita musti kembali bersiap untuk berduka. Negara reformasi itu diperkirakan akan mulai runtuh, sirna atau wafat di usia muda, 22 tahun. Negara era reformasi akan menyusul nasibnya Sriwijaya dan Majapahit. Dua negara ini pernah hidup dan sirna di atas tanah yang sama, tanah pusaka nusantara.

“Sirno ilang kertaning bumi”, hilang dan lenyap ditelan bumi. Sengkalan itu mengirim pesan kepada kita tentang keadaan ketika itu yang sangat perih dan menyakitkan. Ketika itu ruh dari Majapahit itu pergi meninggalkan jiwa dan raganya. Emperium besar itu sirna, runtuh atau wafat.

Dulunya sistem negara reformasi itu dianggap sebagai panasea, obat mujarab. Diharapkan sistem itu dapat menyembuhkan sejumlah penyakit kronis di era sebelumnya. Kenyataannya makhluk yang bernama reformasi itu telah bermutasi menjadi virus kanker ganas. Kanker itu telah menyerang seluruh sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Baik sendi sosial, politik, ekonomi, pertahanan, hingga yang paling mendasar yaitu moralitas diserang virus kanker ganas reformasi. Di usia yang masih muda, 22 tahun itu, sistem negara era reformasi itu diperkirakan tidak akan mampu bertahan hidup, akan runtuh, wafat atau sirna ditelan oleh badai sejarah.

Keadaan negara era reformasi tersebut dapat kita ibaratkan persis pasien yang sedang koma dan dirawat di ICU. Rasanya sangat sulit untuk bisa memastikannya hidup kembali. Medical treatment yang sedang dilakukan ternyata tidak juga berhasil meringankan penyakit yang sedang diderita.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.