Senin, 03 Agustus 2020

Dengan Akhlak, Rumah-rumah Ibadah Itu Terkonversi Jadi Masjid-masjid

Dengan Akhlak, Rumah-rumah Ibadah Itu Terkonversi Jadi Masjid-masjid

Foto: Imam Shamsi Ali menjadikan Islamic Cultural Center (ICC), masjid terbesar di New York, Amerika Serikat, sebagai tempatnya berdakwah.

New York, Swamedium com — Ada satu hal mendasar yang terkadang dilupakan atau dipandang enteng (under estimated) bagi sebagian dalam perjuangan “li i’laa Kalimatillah” dan dalam upaya “li izzatil Islam”. Dan hal ini ternyata menjadi penentu wajah akhir dari perjuangan itu sendiri.

Hal mendasar yang saya maksudkan adalah nilai-nilai dasar akhlakul karimah dalam proses perjuangan itu. Bagaimanapun Islam yang diperjuangkan itu pada dirinya (dzatnya) adalah akhlakul karimah.

Inilah yang tersimpulkan dalam sabda baginda Rasul: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlakul karimah”. Statemen ini seolah sebuah kesimpulan dari misi Rasulullah SAW. Yaitu untuk menyempurnakan prilaku mulia manusia itu.

Dalam upaya perjuangan kita, khususnya di bidang Dakwah, nilai akhlak kemudian menjadi salah satu dasarnya. Hal itu untuk menghindari terjadinya “self paradox” dalam kerja Dakwah itu. Di satu sisi menyampaikan “khaer” dan “ma’ruf” (nilai-nilai kebaikan). Tapi di sisi lain disampaikan dengan cara yang tidak ma’ruf, bahkan antitesis dari kebaikan itu.

Islam itu kejujuran. Wajarkah disampaikan dengan cara yang tidak jujur? Islam itu rendah hati. Wajarkah disampaikan dengan cara-cara keangkuhan? Islam itu ramah dan santun. Wajarkah disampaikan dengan cara yang kasar dan sangar? Islam itu kebaikan. Wajarkah disampaikan dengan cara yang buruk?

Demikian seterusnya. Antara substansi agama dan metode penyampaiannya harus tetap sejalan. Jika tidak, disitulah kemudian seringkali substansi Islam disalah pahami karena metode penyampaian yang tidak sejalan dengan nilai-nilai dan substansi Islam itu sendiri.

Urgensi ijtihad baru

Terlepas dari menghangatnya diskusi tentang konversi Hagia Sophia dari sebuah musium menjadi sebuah masjid, saya ingin mengajak kita untuk mencoba kembali memikirkan tentang beberapa argumentasi yang dipakai oleh sebagian untuk membenarkan konversi rumah ibadah orang lain menjadi masjid.

Pages: 1 2 3 4 5 6

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.