Minggu, 02 Agustus 2020

PDIP di Persimpangan Jalan

PDIP di Persimpangan Jalan

Foto: M Rizal Fadillah. (ist)

Bandung, Swamedium.com — Ini sekedar iseng dan analisa “gampangan” saja soal PDIP sebagai “the rulling party”. Sebutan “the rulling party” juga agak setengah hati karena fakta politiknya antara Jokowi sebagai Presiden dengan PDIP itu nampaknya belum merupakan satu kesatuan yang utuh. Megawati perlu membuat pernyataan untuk meyakinkan diri dan orang lain bahwa Jokowi adalah “petugas partai”.

Bahwa Jokowi menjadi Presiden itu mendapat dukungan penuh dari PDIP tidaklah diragukan akan tetapi dalam hal status Jokowi sebagai “kader” PDIP tentu banyak yang meragukan. Lebih kental pada kesamaan kepentingan yang bersimbiosis mutualisme.

Dalam perjalanannya, kepentingan masing-masing menjadi takaran dari kontribusi dan peran. Kadang-kadang mesti terlebih dahulu dinegoisasi atau mungkin “diintimidasi”.

Berbeda dengan pada saat Soeharto berkuasa, “the rulling party” adalah Golkar. Soeharto menjadi pengendali dan penentu Golkar. Kepentingan keduanya bersatu. Golkar sulit untuk digoyang karena hal itu sama saja dengan menggoyang Presiden. Demikian juga sebaliknya.

Kini PDIP berada di simpang jalan. Salah satunya karena “terkunci” oleh persoalan pengajuan RUU HIP. Saat PDIP mati matian berjuang menghadapi gempuran publik, Jokowi sebagai “petugas partai” tetap saja santai dan meliuk-liuk berkelit. “Ini (RUU HIP) 100 persen adalah inisiatif dari DPR, jadi Pemerintah tidak ikut campur sama sekali”, kilahnya.

Secara normatif “tidak ikut campur” mungkin benar, tetapi sudah menjadi pengetahuan umum bahwa di DPR itu berhimpun partai-partai koalisi yang mendukung Presiden. Presiden layak untuk mampu “mengkoordinasikan” partai-partai koalisi pendukung. Jadi benarkah “sama sekali” tidak ikut campur? Bukankah RUU tersebut ada relevansinya dengan BPIP yang tak lain adalah badan buatan Presiden sendiri?

Pernyataan normatif berdampak politis khususnya bagi PDIP partai terbesar pendukung Presiden. Partai berlambang kepala banteng ini diduga menghadapi situasi berat. Tertekan akibat usulan RUU HIP yang dikaitkan dengan isu Komunisme.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.