Sabtu, 08 Agustus 2020

Presiden Diminta Batalkan Tiga Peserta Calon Sekda Papua

Presiden Diminta Batalkan Tiga Peserta Calon Sekda Papua

Jakarta, Swamedium.com – Masyarakat Papua di Jakarta terpanggil untuk mengawal seluruh proses pembangunan di tanah Papua, bahkan di lingkungan pemerintahan maupun birokrasi. Sebab akhir dari sebuah proses itu dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat Papua secara keseluruhan.

“Kita tidak ada lain, hanya satu keinginan semua tahapan proses harus jujur, adil dan bermartabat sehingga akhir dari proses itu melahirkan pemimpin yang benar-benar berkualitas dan dicintai oleh rakyat. Sehingga apa yang diharapkan oleh pemerintah hari ini, untuk menciptakan pemerintahan yang bersih dan berwibawa itu harus benar-benar bisa terwujud,” demikian dikatakan Nicolas Nusi dari Masyarakat Papua yang ada di Jakarta ketika dimintai tanggapannya mengenai proses seleksi calon Sekda Papua.

Lanjut Nusi, kami melihat seluruh proses yang terjadi di provinsi Papua dalam pemilihan sekretaris daerah sudah sesuai tahapan yang ada. Namun, ada tahapan-tahapan yang kami lihat terdapat kejanggalan ataupun dilanggar tidak sesuai mekanisme yang ada.

“Sehingga ada pelecehan dalam proses itu, pelecehan yang tidak sesuai hasil yang diharapkan yaitu benar-benar bersih sebagaimana yang kita harapkan. Dimana kami sangat menyesalkan karena ibu Dr. Juliana Waromi, SE, MSi sebagai figur salah satu perempuan Papua, tokoh Papua yang memiliki track record cukup bagus di pemerintahan justru malah disingkirkan,” ujarnya di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2020).

Menurut Nusi, dirinya sukses mengawal sekretaris dewan selama beberapa periode. “Sehingga kami berharap sosok figur perempuan ini akan terus memberikan yang terbaik melalui tugas-tugas dan tanggungjawabnya di pemerintahan untuk melayani masyarakat di tanah papua,” ucapnya.

“Bu Juliana ialah salah satu perempuan yang ikut dalam proses seleksi sekda,maka dari itu kami berharap bu Juliana jadi calon dan ditetapkan sebagai sekda Papua. Dapat atau tidak itu bukan persoalan, yang terpenting adalah dalam proses tahapan itu harus jujur, sebab saya lihat ini ada indikasi penyalahgunaan wewenang dalam pelaksanaan seleksi sekda,” ungkap Nusi.

Pages: 1 2 3

Related posts

1 Comment

  1. Anonim

    Isi pelajarannya apa asal bicara saja stop yang bikin kacau itu orang merasa pintar baru bicara banyak di media sosial menghargai kah tim yg bekerja keras sampai sudah ada ditangan presiden itu yang benar. Jadi mengaku2 sy org Papua tapi TDK bekerja di Papua itu ko stop pintar bica disitu

    Reply

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.