Selasa, 24 November 2020

Puluhan Jurnalis Jatim Korban Covid, Pemakaian Masker Disorot

Puluhan Jurnalis Jatim Korban Covid, Pemakaian Masker Disorot

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas (Gugas) Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi, khawatir Kota Surabaya bisa menjadi seperti di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Bila warganya tetap nekat dan tidak disiplin dengan prosedur kesehatan, Surabaya bisa saja menjadi seperti kota tempat virus corona atau covid-19 itu menyebar cepat. Lebih dari 3.000 orang meninggal dan Kota Wuhan harus lockdown selama 4 bulan.  

Surabaya, Swamedium.com — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur meminta para jurnalis dan pekerja media untuk disiplin mengenakan alat pelindung diri (APD) demi menghindari paparan Virus Corona.
Hal itu dikatakan Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi, menyusul temuan lebih dari 50 orang pekerja media di Surabaya yang terkonfirmasi positif Corona.

Menurut Direktur Utama RSUD dr Soetomo ini, pekerja media merupakan salah satu profesi yang memiliki risiko besar terhadap penularan corona karena mobilitasnya yang tinggi.

“Kawan-kawan media kan bekerja di ruangan, bekerja di luar ruangan. Bekerja di luar ruangan juga ketemu orang, sementara attack rate kita tinggi di luar. Di ruangan ada aerosole transmission,” kata Joni di Surabaya, Selasa (14/7).

Maka itu, menurutnya pekerja media harus hati-hati dan meningkatkan kewaspadaan dengan cara tertib menerapkan protokol kesehatan, salah satunya pemakaian masker.

“Makanya harus hati-hati, pakai masker. Kalau banyak orang di ruangan pakai masker. Jangan sampai make-nya di dagu. Itu malah terkontaminasi, leher dagu kita bisa terkontaminasi virus di luar,” kata Joni di Surabaya.

Jika pekerja disiplin dalam protokol kesehatan, ia yakin jurnalis tetap aman di tengah mobilitas tinggi dan wawancara dengan narasumber.

“Saya melihat beberapa kawan-kawan media ada yang kena, tapi saya yakin karena kontak kawan media dengan Gugus Tugas ini cepat, dengan kontak dinas kesehatan juga cepat, saya yakin bisa kita hindari dengan baik,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil swab PCR yang keluar pada 11 Juli 2020. Selain itu ada pula 3 karyawan Metro TV Surabaya juga dinyatakan positif corona.

Kemudian, sebanyak 2 orang staf TVRI Jatim dilaporkan meninggal dunia, mereka meninggal sebelum hasil swab pcr keluar dari laboratorium. Belakangan masih di TVRI Jatim juga ditemukan 1 karyawan lagi yang dinyatakan positif Corona.

Kepala Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Surabaya Sumarlina mengonfirmasi sebanyak 54 orang karyawan positif corona (Covid-19).
Hal itu berdasarkan berdasarkan hasil swab ratusan karyawan RRI pada 26 Juni lalu dan diumumkan pada 11 Juli 2020.

“Sejak 27 juni manajemen sudah mengambil sikap dengan melakukan lockdown kepada seluruh karyawan sampai 12 Juli,” kata Sumarlina, saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Senin (13/7).

Mulanya, dia menjelaskan, lantaran hasil swab pertama tersebut tak kunjung keluar, kemudian pihaknya pun kembali melakukan swab ke dua pada 6 Juli, hasilnya langsung diterima keesokan hari, dan dinyatakan seluruh pegawai RRI 100 persen negatif corona.

“Sehingga lockdown rencana dicabut 13 Juli, akan kembali operasional optimal,” ujarnya.
Namun, pada 11 Juli mendadak hasil swab pertama keluar, dan disebutkan bahwa sebanyak 54 pegawai RRI positif corona.

“Tanggal 11 Kami baru menerima kabar hasil swab pertama dengan terkonfirmasi sejumlah 54 pegawai positif. Akhirnya lockdown tetap diperpanjang 2-3 minggu ke depan,” ujarnya.

Sumarlina enggan menyampaikan mengapa hasil swab pertama tersebut baru keluar begitu lama. Ia hanya menyebutkan swab tersebut difasilitasi oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Jatim sendiri masih berada di zona merah penyebaran Covid-19. Berdasarkan laporan per hari ini, kasus kumulatif positif di Jatim sebanyak 17.230 kasus atau yang tertinggi di Indonesia.

Sebanyak 6.961 di antaranya dinyatakan sembuh, dan 1.247 meninggal dunia. Angka kematian di Jatim per Senin (13/7) menyumbang 33,53 persen dari total keseluruhan nasional.

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.