Senin, 03 Agustus 2020

Puluhan Jurnalis Jatim Korban Covid, Pemakaian Masker Disorot

Puluhan Jurnalis Jatim Korban Covid, Pemakaian Masker Disorot

Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas (Gugas) Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, Joni Wahyuhadi, khawatir Kota Surabaya bisa menjadi seperti di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Bila warganya tetap nekat dan tidak disiplin dengan prosedur kesehatan, Surabaya bisa saja menjadi seperti kota tempat virus corona atau covid-19 itu menyebar cepat. Lebih dari 3.000 orang meninggal dan Kota Wuhan harus lockdown selama 4 bulan.  

Surabaya, Swamedium.com — Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur meminta para jurnalis dan pekerja media untuk disiplin mengenakan alat pelindung diri (APD) demi menghindari paparan Virus Corona.
Hal itu dikatakan Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Joni Wahyuhadi, menyusul temuan lebih dari 50 orang pekerja media di Surabaya yang terkonfirmasi positif Corona.

Menurut Direktur Utama RSUD dr Soetomo ini, pekerja media merupakan salah satu profesi yang memiliki risiko besar terhadap penularan corona karena mobilitasnya yang tinggi.

“Kawan-kawan media kan bekerja di ruangan, bekerja di luar ruangan. Bekerja di luar ruangan juga ketemu orang, sementara attack rate kita tinggi di luar. Di ruangan ada aerosole transmission,” kata Joni di Surabaya, Selasa (14/7).

Maka itu, menurutnya pekerja media harus hati-hati dan meningkatkan kewaspadaan dengan cara tertib menerapkan protokol kesehatan, salah satunya pemakaian masker.

“Makanya harus hati-hati, pakai masker. Kalau banyak orang di ruangan pakai masker. Jangan sampai make-nya di dagu. Itu malah terkontaminasi, leher dagu kita bisa terkontaminasi virus di luar,” kata Joni di Surabaya.

Jika pekerja disiplin dalam protokol kesehatan, ia yakin jurnalis tetap aman di tengah mobilitas tinggi dan wawancara dengan narasumber.

“Saya melihat beberapa kawan-kawan media ada yang kena, tapi saya yakin karena kontak kawan media dengan Gugus Tugas ini cepat, dengan kontak dinas kesehatan juga cepat, saya yakin bisa kita hindari dengan baik,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, berdasarkan hasil swab PCR yang keluar pada 11 Juli 2020. Selain itu ada pula 3 karyawan Metro TV Surabaya juga dinyatakan positif corona.

Kemudian, sebanyak 2 orang staf TVRI Jatim dilaporkan meninggal dunia, mereka meninggal sebelum hasil swab pcr keluar dari laboratorium. Belakangan masih di TVRI Jatim juga ditemukan 1 karyawan lagi yang dinyatakan positif Corona.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.