Sabtu, 24 Oktober 2020

Makar Ideologi Itu Bernama ‘Gerakan 1 Juni 1945’

Makar Ideologi Itu Bernama ‘Gerakan 1 Juni 1945’

Foto: M Rizal Fadillah.

Bandung, Swamedium.com — Ini tentu bukan peristiwa pidato Soekarno di Sidang BPUPKI. Pidato itu sudah menjadi dokumen historis. Kehebatan Soekarno dalam menuangkan gagasan luar biasa. Kita tidak boleh mencelanya. Pada tanggal 1Juni 1945 istilah Pancasila diperkenalkan sebagaimana diperkenalkan pula Trisila dan Ekasila. Semua adalah proses menuju Pancasila sebagaimana yang kita kenal sekarang.

Menjadi makar ideologi adalah jika Pancasila 1 Juni 1945 yang bersilakan Nasionalisme (Kebangsaan Indonesia), Internasionalisme (Perikemanusiaan), Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, dan Ketuhanan yang Berkebudayaan itu diperjuangkan untuk suatu saat menggantikan Pancasila yang telah dirumuskan pada tanggal 18 Agustus 1945.

Perjuangan serupa dengan organisasi PKI dahulu yang juga berjuang agar ideologi negara Republik Indonesia adalah Komunisme/Marxisme-Leninisme. Pancasila digantikan kelak. Selama hidup dan bergerak PKI tetap berada di bawah Pancasila bahkan menyatakan “Membela Pantjasila”. DN Aidit adalah “jagoan” dalam teriak-teriak soal “Membela Pantjasila”.

Kita terpaksa menyebut adanya Gerakan 1 Juni 1945 karena realitanya dalam proses politik sangat terasa adanya gerakan, perjuangan, serta langkah serius untuk menanamkan keyakinan akan kebenaran Pancasila 1 Juni 1945. Bukan disimpan sebagai dokumen historis akan tetapi sudah menjadi misi politis yang harus diterima sebagai landasan yuridis.

RUU HIP adalah landasan yuridis yang hendak diletakkan tersebut. Kulminasi dari keyakinan perjuangan yang dianggap telah sampai dan menemukan momentum. RUU BPIP menjadi strategi “mundur sedikit” menghadapi benturan keras perlawanan pembela Pancasika 18 Agustus 1945, khususnya umat Islam.

Gerakan I Juni 1945 dapat diawali dengan bukti konsepsi bagi misi :

“mempengaruhi dan menjiwai jalannya penyelenggaraan negara agar senantiasa berdasarkan ideologi Pancasila 1 Juni 1945 dan UUD 1945 serta jalan Trisakti sebagai pedoman strategis dan tujuan kebijakan politik partai demi terwujudnya pemerintahan yang kuat dan efektif, bersih, dan berwibawa”.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.