Sabtu, 08 Agustus 2020

Gerombolan Djarot

Gerombolan Djarot

Foto: M Rizal Fadillah. (ist)

Bandung, Swamedium.com — Peristiwa aksi 27 Juli 2020 di depan Gedung DPR oleh “kelompok merah” yang jumlahnya sedikit saja membuat kehebohan. Yang aneh adalah menyerang figur Habib Rizieq Shihab. Menistakan gambar atau baliho HRS dengan menginjak-injak, membakar dan merobeknya. Api yang tidak membakar menjadi keunikan tersendiri. Kelompok merah ini dipimpin oleh Sekjen GJI Boedi Djarot adik Eros Djarot.

Walaupun umat Islam tidak semua sefaham dengan langkah dan perjuangan HRS, akan tetapi penistaan HRS sebagai tokoh atau ulama cukup membuat umat prihatin. Membuat gara-gara apa “kelompok merah” ini ? Simpati kepada HRS dipastikan akan muncul bukan hanya dari organisasi yang dipimpinnya saja yaitu FPI tapi lebih luas dari itu. Sekurangnya alumni 212 akan mendukungnya. Jumlahnya jutaan.
Militansi tinggi dalam melawan perilaku zalim.

Kelompok merah gerombolan Djarot layak untuk dikecam. Telah membuat kegaduhan baru di tengah banyaknya kegaduhan di negara ini. Bara permusuhan telah diciptakan. Terlepas dari motif yang mendasari apakah memancing, ekspresi dendam, atau lainnya, maka pembakaran atau perusakan secara demonstratif baliho HRS dinilai sangat tidak bermoral.

Sebelumnya pelaku pembakaran bendera PDIP masih misterius. Bisa peserta aksi yang kontra RUU HIP, bisa dari susupan PDIP sendiri, bisa pula memang pihak ketiga. Yang jelas peringatan “kudatuli” menunjukkan kenanehan, tiba-tiba berfokus pada perusakan dan penistaan HRS. HRS sendiri rasanya tidak memiliki hubungan dengan peristiwa 27 Juli tersebut.

Tiga kemungkinan konsekuensi dari penistaan dengan percobaan pembakaran dan perusakkan secara terencana baliho HRS oleh gerombolan ini, yaitu :

Pertama, dilaporkan ke pihak Kepolisian Boedi Djarot cs. Tetapi dipastikan proses pengusutan tidak akan berjalan serius. Kasus Ade Armando, Abu Janda, dan Denny Siregar adalah contoh.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.