Minggu, 18 Oktober 2020

Promosi Seks Bebas Makin Menggila, #IndonesiaTanpaJIL Angkat Suara

Promosi Seks Bebas Makin Menggila, #IndonesiaTanpaJIL Angkat Suara

Foto: Anila Gusfani, Aktivis #IndonesiaTanpaJIL Chapter Jakarta. (Dok. ITJ)

Jakarta, Swamedium.com — Komunitas aktivis muda Islam, #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) angkat suara terkait makin masifnya promosi seks bebas melalui media sosial.

Sebuah akun Twitter yang berafiliasi pada situs yang kerap propagandakan feminisme dan kebebasan seksual pada Senin (27/7) lalu menulis, “Tidak ada yang salah dalam mencari cuddle dan seks di aplikasi kencan. Tidak ada yang salah, manusia boleh berusaha tapi kerap kali ada manusia lain yang mengambil kesempatan dalam kesempitan.” Cuitan tersebut juga memuat sebuah tautan menuju sebuah artikel yang membahas seputar aplikasi kencan.

Dalam artikel tersebut, penulisnya memaparkan bagaimana perempuan seringkali dikecewakan karena menjadi korban manipulasi oleh kaum lelaki yang hanya menginginkan seks. Di bagian akhir artikelnya, sang penulis hanya menawarkan sebuah solusi: “Kalau kira-kira ‘bajingan’ ya tidak usah diladeni, kecuali kalau yang engkau cari memang ‘bajingan’.”

Promosi seks bebas ini mendapat kecaman dari aktivis ITJ Chapter Jakarta, Anila Gusfani. Dia menganggap bahwa penulis artikel dan pengelola laman situs yang memuatnya akan turut bertanggung jawab jika kasus perzinaan di kalangan anak muda semakin merebak lantaran mereka telah membantu mempromosikannya.

“Sebenarnya tidak ada yang menarik dari artikel itu. Cerita selanjutnya sudah bisa ditebak, seperti yang sudah-sudah. Setelah beres berzina, minta tanggung jawab kemudian,” ujar Anila melalui keterangan tertulis yang diterima Swamedium, Jumat (31/7).

“Tanpa dipromosikan pun, zina sudah menjadi penyakit masyarakat. Ironisnya, kini ada kelompok-kelompok yang secara terang-terangan mempromosikan zina asalkan dilakukan secara konsensual, alias suka sama suka,” imbuh Anila.

Anila juga mengungkapkan keheranannya akan kekecewaan perempuan yang merasa ditipu oleh lelaki yang dijumpainya melalui aplikasi kencan, sebab aplikasi semacam itu memang sejak awal tidak menawarkan masa depan yang baik. Katanya, kalau mau membangun rumah tangga yang sakinah mawaddah wa rahmah, memang harus dengan jalan yang baik, bukan dengan mendekati zina.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.