Minggu, 02 Agustus 2020

JIL Mencela Ormas terkait POP, #IndonesiaTanpaJIL: Ini Menarik!

JIL Mencela Ormas terkait POP, #IndonesiaTanpaJIL: Ini Menarik!

Akmal Sjafril, aktivis #IndonesiaTanpaJIL yang telah menulis beberapa buku yang mengkritisi pemikiran Islam liberal

Jakarta, Swamedium.com — Sementara Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah kompak mengkritisi Mendikbud Nadiem Makarim lantaran memberikan dana bantuan kepada Tanoto dan Sampoerna, Saidiman Ahmad, salah seorang eksponen Jaringan Islam Liberal (JIL), justru menyatakan pandangan yang sebaliknya. Hal itu dinyatakannya dalam cuitan melalui akun Twitternya pada hari Rabu (29/07) silam.

Melalui akun pribadinya, Saidiman Ahmad menulis: “Kalau Tanoto dan Sampoerna Foundation memang layak dapat dana pemerintah untuk inovasi pendidikan, kenapa tidak? Bukankah itu memang melalui seleksi objektif yang melibatkan pihak independen?”

Tidak cukup dengan menyatakan pandangannya yang berlawanan dengan kedua ormas Islam besar tersebut, Saidiman bahkan melancarkan kritik yang sangat tajam dalam cuitan yang sama.

“Negara ini kacau, salah satunya karena tersandera Ormas yang merasa sangat berjasa,” demikian tulis Saidiman.

Sebelumnya, Muhammadiyah dan NU kompak memutuskan keluar dari Program Organisasi Penggerak (POP). Keduanya sama-sama mengkritik berbagai ketidakjelasan dalam konsep POP yang dibuat oleh Kemendikbud. Sebelumnya, kritik atas pemberian dana bantuan kepada Tanoto dan Sampoerna sudah dinyatakan oleh banyak pihak.

Akmal Sjafril, aktivis #IndonesiaTanpaJIL (ITJ), menyatakan bahwa perkembangan kali ini sangat menarik, sebab tidak biasanya JIL atau eksponennya mengambil sikap sangat bertentangan dengan kedua ormas Islam terbesar itu.

“Biasanya, para pengusung Islam liberal tidak mau berhadapan secara frontal dengan NU atau Muhammadiyah. Karena itu, apa yang dilakukan oleh Saidiman kali ini memang menarik untuk dicermati,” ujar penulis sejumlah buku yang menyerang pemikiran Islam liberal ini.

Tidak hanya membangkitkan rasa penasaran, ungkapan Saidiman itu juga dinilai sudah kelewatan. “Saidiman menimpakan kesalahan pada ormas yang dianggapnya merasa sangat berjasa sehingga berusaha melakukan intervensi. Memang tidak ada nama yang disebutkan, tapi semua orang tahu bahwa ormas yang pertama-tama keluar dari POP adalah Muhammadiyah dan NU. Saya rasa Saidiman perlu mengklarifikasi maksud cuitannya, karena jelas keterlaluan jika meragukan kontribusi kedua ormas besar Islam itu terhadap negeri ini,” tandas Akmal.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.