Selasa, 29 September 2020

#IndonesiaTanpaJIL: Feminis Itu Anti Keluarga!

#IndonesiaTanpaJIL: Feminis Itu Anti Keluarga!

Foto: Anila Gusfani, Aktivis #IndonesiaTanpaJIL Chapter Jakarta. (Dok. ITJ)

Jakarta, Swamedium.com — Hari Raya Idul Adha justru dimanfaatkan oleh sebagian kalangan feminis untuk merendahkan keluarga Nabi Ibrahim as. Jum’at (31/7), sebuah infografis yang memuat tafsir feminis radikal atas sejarah keluarga Nabi Ibrahim as beredar melalui akun Twitter @mubaadalah_news. Dalam infografis tersebut, dinyatakan bahwa Nabi Ibrahim as sengaja meninggalkan Siti Hajar dan anaknya agar mati di padang pasir.

Infografis dan cuitan tersebut mendapatkan reaksi keras dari komunitas #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) yang menganggapnya sebagai sebuah penistaan. Selain merendahkan Nabi Ibrahim as, infografis tersebut juga memberikan gambaran yang buruk terhadap istrinya, yaitu Siti Hajar, dengan ungkapan sebagai berikut:

Pelajaran yang dapat kita ambil dari cerita Hajar adalah penting untuk diingat bahwa Hajar adalah seorang budak kulit hitam yang hanya memegang fungsi reproduksi bagi keluarga Ibrahim. Dalam sistem perbudakan patriarkal, ia tak lebih dari pemuas keinginan Ibrahim dan Sarah akan seorang putra.

Anila Gusfani, seorang pegiat ITJ dari Jakarta, mengatakan bahwa pembuat infografis tersebut telah melukai perasaan umat Islam. “Saya tidak mengerti penulis ini mendapatkan berita dari mana sehingga menyimpulkan bahwa Bunda Hajar hanya pemuas keinginan Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam dan istrinya, Sarah, untuk mendapatkan anak,” ujar Muslimah yang memiliki ketertarikan besar terhadap sejarah ini.

Alih-alih mengungkap hikmah dari kisah keluarga Nabi Ibrahim as, infografis tersebut justru telah melakukan penistaan. “Secara tidak langsung, penulis sangat merendahkan harga diri seorang Bunda Hajar,” ungkap Anil lagi.

Menurut Anil, ada banyak kedustaan dalam infografis tersebut. “Tuduhan bahwa Nabi Ibrahim ‘alaihissalaam menelantarkan Hajar dan anaknya adalah dusta. Pada kenyataannya, riwayat menyebutkan bahwa Nabi Ibrahim _‘alaihissalaam_ menjenguk keluarganya itu dari waktu ke waktu,” ujarnya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.