Jumat, 04 Desember 2020

Sekolah Budi Waluyo Ditutup, Wali Murid Akan Ngadu ke Gubernur

Sekolah Budi Waluyo Ditutup, Wali Murid Akan Ngadu ke Gubernur

Jakarta, Swamedium.com  Wali Murid siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Budi Waluyo berencana mengadu kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Bawesdan. Pengaduan ini dilakukan imbas dari ditutupnya sekolah tersebut oleh yayasan secara sepihak.

“Kami sedang rencanakan untuk menghadap Gubernur. Sebab kami ingin anak-anak kami bisa kembali melakukan aktifitasnya nanti,” kata Dody salah satu wali Murid.

Dia menjelaskan sekolah yang dibangun sejak 1952 oleh almarhum Ibu Rakhman SAK tiba-tiba ditutup oleh yayasan dengan alasan pihak yayasan tidak memiliki dana untuk melanjutkan operasional sekolah itu baik pemeliharaan gedung dan juga membayar gaji guru.

“Mereka sudah mengeluh sejak 2 tahun lalu soal pembiayaan. Tapi kami orang tua siswa berusaha membantu pembiayaan operasional sekolah,” jelasnya.

Dirinya juga mengatakan akibat penutupan secara sepihak itu wali murid juga merasa dirugikan karena tidak ada kompensasi sama sekali dari pihak sekolah.

“Sekarang sudah mulai ajaran baru kamipun saat ini disibukkan untuk mencari sekolah baru untuk anak kami,” tegasnya.

Dirinya juga menyesalkan cara yayasan mengembalikan buku-buku milik siswa siswinya dengan cara mengirimkannya menggunakan ojol.

“Buku-buku, tabungan serta ATM milik anak kami dikembalikan menggunakan Ojol tanpa ada pemberitahuan lebih lanjut,” tutupnya.

Sementara itu Menurut salah satu sumber selama ini pihak sekolah hanya mengandalkan SPP untuk biaya operasional dan pembayaran gaji guru.

“Tidak ada bantuan dari pihak manapun sehingga menyulitkan sekolah melakukan kegiatan,” tegasnya.

Dia juga menuturkan Sebenarnya pihak sekolah dan yayasan bisa saja berinisiatif untuk menanyakan dinas pendidikan dan kebudayaan atau Pemprov DKI Jakarta.

“Disayangkan saat penutupan tidak ada orang pemprov dan instansi terkait yang mendampingi. Ini sangat disayangkan terlebih SLB Budi Waluyo adalah aset sekolah pertama di Indonesia bahkan harusnya ibu Rahmah menjadi salah satu pahlawan pendiri sekolah berkebutuhan khusus,” tutupnya.

Terpisah pihak Ketua Yayasan Budi Waluyo  enggan menjawab telepon dan pesan melalui daring saat dikonfirmasi perihal penutupan Budi Waluyo.

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.