Selasa, 29 September 2020

Meluruskan Simpang Siur Resesi: Indonesia Resmi Resesi Pada Q2-2020

Meluruskan Simpang Siur Resesi: Indonesia Resmi Resesi Pada Q2-2020

Foto: Ekonom, Anthony Budiawan.

Jakarta, Swamedium.com — Perdebatan simpang siur seputar resesi ekonomi tengah berkembang di masyarakat, termasuk kalangan elit, wartawan, dan pejabat. Apakah ekonomi Indonesia saat ini (triwulan II 2020) sudah masuk resesi, menjadi perbincangan hangat.

Masyarakat merasa ekonomi Indonesia saat ini sudah resesi. Daya beli anjlok, PHK merajalela. Tetapi, ada juga yang mengatakan belum resesi karena mengacu pada pernyataan pemerintah. Menurut pemerintah, ekonomi Indonesia pada triwulan II 2020 ini, secara teknis, belum resesi. Ini yang menjadi pangkal perdebatannya.

Pemerintah berpendapat, resesi adalah kalau pertumbuhan ekonomi selama dua triwulan berturut-turut negatif. Meskipun pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2020 negatif 5,32 persen, tetapi, pertumbuhan pada triwulan I 2020 masih positif 2,97 persen. Makanya, secara teknis belum resesi. Begitu kata pemerintah.

Oleh karena itu, triwulan III 2020 akan menjadi penentu resesi. Kalau pertumbuhan triwulan III 2020 minus, maka secara teknis Indonesia baru masuk resesi. Kalau positif, berarti tidak jadi resesi.

Begitu kurang lebih bunyi pernyataan pemerintah.

Kita tidak tahu apakah pernyataan ini sekedar untuk membohongi publik dan mengulur waktu resesi, atau memang benar pemerintah tidak mengerti mengenai makna resesi, secara teknis. Dan kita tidak ingin berprasangka buruk terhadap pemerintah. Kita tidak ingin berprasangka pemerintah membohongi publik. Oleh karena itu, kita asumsikan saja pemerintah tidak mengerti makna resesi menurut konsensus tidak tertulis para ekonom dunia.

Untuk itu di dalam tulisan ini akan jelaskan apa arti resesi, dan mengapa secara teknis ekonomi Indonesia sudah masuk resesi pada triwulan II tahun 2020 ini.

Ada dua cara perhitungan terkait pertumbuhan ekonomi triwulanan (periodik). Pertama, periode tahun ini dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, dikenal dengan Year-on-Year (YoY). Misalnya, pertumbuhan triwulan I 2020 dibandingkan dengan triwulan I 2019.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.