Kamis, 24 September 2020

Pengamat Medsos: Waspadai Provokasi Pasca Keributan di Solo

Pengamat Medsos: Waspadai Provokasi Pasca Keributan di Solo

Foto: ilustrasi. (swamedium)

Jakarta, Swamedium.com — Di media sosial, beredar video viral tentang keributan di Solo. Tepatnya, keributan terjadi di wilayah RW 001 Kampung Mertodranan, Kelurahan/Kecamatan Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8/2020) malam.

Puluhan orang tidak dikenal mendatangi rumah salah seorang warga sekitar pukul 17.45 WIB. Tak lama berselang terjadi keributan di Mertodranan yang mengakibatkan sekitar tiga orang luka ringan. Terkait dengan keributan tersebut, Yons Achmad, praktisi komunikasi sekaligus pengamat media sosial mengingatkan untuk mewaspadai orang-orang yang mencoba melakukan provokasi pasca terjadinya keributan.

“Saya menilai ada upaya provokasi pasca keributan ini dengan secara serampangan langsung melakukan penghakiman dan kekerasan verbal,” katanya. Lebih lanjut dikatakan, beberapa akun di media sosial pasca terjadinya keributan itu langsung melakukan penghakiman dengan menuduh misalnya jamaah Salafi, Wahabi dan HTI di balik keributan itu, padahal sampai kini kasusnya masih dalam penanganan kepolisian.

“Kekerasan fisik saya kira memang tak bisa dibiarkan ketika terjadi perbedaan pendapat atau pandangan, tapi langsung menghakimi begitu saja setiap terjadi tindak kekerasan dengan langsung menuduh pelakunya kelompok Islam tertentu saya kira juga kurang bijak,” lanjutnya.

Ke depan, agar gesekan antar warga (masyarakat) bisa diminimalisir Yons memberikan saran untuk mengedepankan dialog, silaturahmi dan saling membuka komunikasi untuk bisa saling memahami. Dengan jembatan aktivitas itu, pengamat yang juga aktif melakukan kampanye literasi media di kalangan milenial ini berharap kondisi masyarakat yang harmonis, toleran dan damai bisa terus diusahakan.

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.