Selasa, 29 September 2020

Pilkada Serentak dan Peluang Dakwah

Pilkada Serentak dan Peluang Dakwah

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera

Jakarta, Swamedium.com — Ba’da ramadhan, bukan hanya Syawal yang datang, tapi juga hajatan Pilkada serentak yang akan berlangsung pertama kali di Indonesia. Setidaknya ada 269 daerah yang akan berkompetisi. Karena menggunakan format satu putaran, berapapun suara terbesar yang didapat, dia akan jadi pemenang. Satu putaran tanpa batasan minimal syarat menang dan berlangsung serentak, maka penerapan strategi yang tepat dan akurat menjadi keharusan. Tidak ada ruang untuk koreksi strategi pada putaran kedua.

Karena itu, Pilkada serentak yang pendaftaran pasangannya berakhir pada 28 Juli 2015 dan akan berlangsung pada 9 Desember 2015 dapat merubah landscape politik Indonensia. Jika sebelum ini mayoritas kepala daerah dikuasai Golkar dan PDIP, disusul Demokrat; pasca Pilkada Serentak bagian pertama ini, partai dengan strategi yang tepatlah yang akan dapat mengambil kesempatan untuk merubah kenyataan ini. Dan siapapun yang dapat menguasai mayoritas kepala daerah hasil Pilkada 2015 ini, punya peluang besar memenangkan Pemilu 2019 sekaligus memgantarkan kader terbaiknya sebagai Presiden Indonesia yang ke-8. Karena pada 2019, Pemilu Legislatif (Pileg) dilaksaakan serentak dengan Pemilu Presiden (Pilpres).

Dan Alhamdulillahh itungan sementara PKS berpartisipasi pada 210-an Pilkada dengan 129 diantaranya sebagai pengusung, dan ada 52 kadernya akan ikut bertarung pada 9 Desember 2015 nanti. Jumlah kader peserta Pilkada yang baru 19% dari total 269 Pilkada memang belum mencapai angka ideal; tapi dengan proses yang berjenjang, prioritas kader dan realitas politik yang ada, 129 pasangan yang diusung menjadi target kerja dakwah berikutnya. Ini kerja strategis dan bernilai dakwah fundamental. Karena dari pengalaman selama ini: sarana amanah jabatan eksekutif dan legislatif memberi peluang besar dari kader, partai dan dakwah untuk merasionalisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan bernegara.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.