Selasa, 29 September 2020

Proposal Omnibus Law Ditolak Bank Dunia

Proposal Omnibus Law Ditolak Bank Dunia

Foto: Ekonom, Salamuddin Daeng

Tim Jokowi sudah tidak efektif sebagai proxi para taipan dalam komunikasi internasional

Jakarta, Swamedium.com – Mengejutkan, UU omnimbuslaw atau UU cipta kerja, yang merupakan roadmap inti pemerintahan Jokowi dalam rangka pemulihan ekonomi, malah ditolak oleh bank dunia. Dalam sebuah laporan Bank Dunia menyatakan omnibuslaw merugikan ekonomi. Proposal omnibuslaw yang bertujuan melanggengkan ekploitasi sumber daya alam ultra neoliberal malah ditolak oleh Bank Dunia.

Ada apa gerangan ? Ini memang tidak lazim. Biasanya seluruh UU yang lahir di Indonesia tidak lepas dari perhatian global terutama bank dunia. Karena berkaitan dengan keamanan investasi dan aset aset mereka di Indonesia. Selama ini UU selalu mendapat dukungan dari lembaga keuangan internasional khususnya IMF dan bank dunia. Namun kali ini malah ditolak.

Ada beberapa indikasi mengapa bank dunia menolak. Secara politik ini adalah signal bahwa Pemerintahan Jokowi tidak lagi efektif dalam melakukan komunikasi internasional, terutama kepada lembaga lembaga keuangan multilateral. Padahal semester II pemerintah akan beralih dari prioritas membuat global bond, kepada pinjaman bilateral dan pinjaman multilateral dalam rangka mengejar utang Rp. 1093 triliun. Ketika proposal inti ditolak oleh lembaga keuangan multilateral maka target utang ini menjadi ambyar.

Dengan demikian maka Presiden Jokowi sendiri tidak lagi efektif sebagai proxi para taipan dalam memperoleh sumber sumber keuangan dalam rangka penyelamatan ekonomi. Padahal tanpa bantuan pemerintah, dana bailout, penyertaan pemerintah dan investasi pemerintah di perusahaan swasta, maka mustahil perusahaan swasta bisa selamat oleh serangan covid 19 dan krisis sekarang ini. Sementara presiden Jokowi tidak lagi refresentatif bagi mereka untuk mendapatkan dana talangan yang nilainya mecapai Rp. 690 T, melebihi BLBI, KLBI yang pernah diberikan pada krisis moneter 98.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.