Kamis, 24 September 2020

Ulama dan Kegemaran Membaca

Ulama dan Kegemaran Membaca

Foto Nuim Hidayat, Ketua Dewan Dakwah Depok tengah mengajarkan teknis menulis berita dan reportasi kepada remaja masjid di Masjid Nurul Huda Jl Sudirman No817 Bandung, Sabtu (23/9). (Ariesmen/swamedium)

Solo, Swamedium.com — Selasa malam lalu (11/8) saya kebetulan pergi ke Solo. Sudah lama saya ingin menjumpai kawan saya, Ustadz Naufal baru kesampaian malam itu. Ia adalah tangan kanan pemilik penerbit Arafah.

Penerbit Arafah saat ini sedang melesat. Selain menerbitkan buku, ia juga membuat toko buku, toko herbal, kafe dan lain-lain dalam satu gedung bertingkat. Gedung itu juga dilengkapi dengan masjid, tempat pertemuan, kamar penginapan dan lain-lain.

Toko Buku Arafah ini termasuk toko buku Islam terbesar di Solo. Cukup lengkap buku-buku yang ada di sana. Mulai dari buku aqidah, fiqh, sejarah, tasawuf, keluarga, anak dan lain-lain.

Ketika menengok toko buku itu, aku ketemu buku yang sudah lama aku cari. Yaitu tentang kebiasaan membaca para ulama. Setelah berputar-putar aku beli tiga buku : Gila Baca Ala Ulama, Hafalan Buyar Tanda Tak Pintar dan Adab Guru dan Murid.

Dalam kesempatan ini saya akan menulis secara ringkas buku Gila Baca Ala Ulama karya ulama Timur Tengah, Ali bin Muhammad al Imran.

Buku ini sangat bagus untuk membangkirkan motivasi membaca bagi para pemuda. Penulis mengawalinya dengan uraian perintah kepada Nabi saw agar meminta tambahan ilmu, kisah Nabi Musa minta tambahan ilmu, potret sahabat dalam mencari ilmu dan lain-lain.

Ibnu Qayyim mengatakan,”Kerinduan para penuntut ilmu terhadap ilmu itu lebih besar daripada kerinduan seseorang terhadap kekasihnya. Kebanyakan mereka tidak terpesona dengan keelokan fisik manusia.” Ia juga menyatakan,”Seandaianya ilmu itu bisa digambarkan, tentu ia lebih indah daripada matahari dan bulan.”

Ibnu Mas’ud sangat tekun dalam mencari ilmu. Ia berkata,”Demi Allah yang tiada sesembahan yang berhak disembah selain Dia. Tidak ada satupun surat Al Quran yang diturunkan melainkan aku mengetahui dimana aku diturunkan. Tidak ada satupun ayat al Quran diturunkan kecuali aku mengetahui kepada siapa diturunkan. Seandainya aku tahu ada orang yang lebih mengetahui al Quran selain diriku, sedangkan untaku mampu menjangkaunya, niscaya akan kukendarai kesana.”

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.