Senin, 28 September 2020

Gelar Pertemuan Terakhir, KOMIK SPI Bahas Tiga Agenda Prioritas Umat

Gelar Pertemuan Terakhir, KOMIK SPI Bahas Tiga Agenda Prioritas Umat

Suasana sebuah kelas Sekolah Pemikiran Islam Natsir, di Bandung.

Jakarta, Swamedium.com — Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Pusat kembali menggelar Kelas Online Pemikiran Intensif (Komik Intensif) Ghazwul Fikr materi ke-4 pada Ahad malam (16/8/2020).

Dalam kelas daring terakhir via aplikasi Zoom tersebut, Akmal Sjafril bertindak sebagai narasumber dengan mengusung tema Agenda Besar Umat. Founder SPI ini membuka kelas dengan mengutip ayat “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’d:11). 

Bercermin dari ayat itu, nasib umat islam hanya bisa berubah jika jiwa mereka berubah dan dilakukan secara berjamaah. Menurut Kandidat Doktor Sejarah itu Ghazwul Fikr adalah perang dimana kita harus berani melawan, bertindak ofensif, meladeni musuh-musuh kita. Keadaan tak akan berubah jika kita berdiam diri, pasrah dan hanya berdoa saja menjadi tumbal perang pemikiran. 

Akmal mengemukakan tiga agenda penting yang mendesak ditindaklanjuti. Pertama, solidaritas umat islam. Ambil contoh jika kita beribadah di Masjidil Haram, betapa dahsyatnya pemandangan disana dimana jamaahnya sangat heterogen lintas usia, ras, suku bangsa dan negara bersatu. 

Kedua yaitu kembali pada Zuhud, umat ini lemah karena sikap cinta dunia dan takut mati (Wahn) yang menjangkiti rohaninya. 

Ketiga yaitu bersama-sama memprioritaskan pendidikan untuk umat. Zakat, sedekah, bahkan wakaf seharusnya bisa juga dimanfaatkan untuk pendidikan untuk mencerdaskan umat. 

Salah seorang peserta Komik Intensif bernama Deasy Rosalina berkomentar, “Pemaparan pekan terakhir ini sangat menggugah semangat dan menjawab keresahan saya atas isu persatuan dan pendidikan umat islam yang sangat penting”. Tak lupa dokter gigi asal Depok tersebut berterima kasih kepada panitia dan narasumber atas penyelenggaraan Komik Intensif. 

“Menurut saya pembahasan agenda besar umat tadi menerangkan langkah-langkah apa yang harus kita lakukan setelah kita paham apa itu Ghazwul Fikri.” ujar Muhammad Ericson peserta Komik Intensif yang juga mahasiswa tingkat akhir LIPIA ini. 

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.