Senin, 28 September 2020

Secercah Iman untuk Anakku

Secercah Iman untuk Anakku

Bogor, Swamedium.com — Tak jarang kita mendengar orang tua mengeluh,”Aduh gimana sih menanamkan nilai-nilai baik pada anak zaman now? Susah banget sih ngebilanginnya. Udah dibilangin berkali-kali, tapi nggak berubah-ubah!”

Salahkah anak-anak kita??! Yahh…jangan dulu buru-buru menyalahkan mereka. Mungkin ada hal-hal yang terlupakan oleh kita sebagai orang tua.

Sering kita bisa total di pekerjaan, tapi ketika pulang ke rumah, bertemu suami dan anak-anak, sudah habis energi kita…sudah nggak bisa beramah tamah lagi sebagaimana yang kita lakukan di kantor ketika bertemu teman kerja atau bertemu kolega, bertemu atasan, dan lain-lain. Parahnya lagi, kelelahan malah mengakibatkan kita jadi suka marah-marah…ngomel-ngomel…akhirnya kedekatan hatipun hilang. Giliran anak kita nggak bisa diatur, nggak nurut, kita jadi panik.

Dari parenting-parenting nabawiyah, dari nasihat-nasihat ulama, kita tahu penyebab pertama kepanikan itu adalah minimnya figur dalam mendidik anak. Dengan kata lain, kita sebagai manusia sekarang ini sudah kehilangan sosok, role model yang mestinya kita agungkan yaitu nabi kita sendiri.

Kita mengaku cinta padanya (Rasululloh), sampai mana cinta itu, sedalam apa cinta itu, kita tak tahu lagi. Meski sebenarnya bisa diukur dengan pertanyaan sederhana… yaitu, seberapa besar kita mengenal nasabnya(misalnya)?

Padahal kalau yang namanya cinta, harusnya kita tahu tentang semua yang kita cintai itu. Bahkan sampai ukuran sandalnya juga tahu.(

Di Al Qur’an sebenarnya sudah tertera teladan kita yaitu uswah hasanah. Uswah hasanah di dalam Qur’an itu disebutkan 3 kali. Yang pertama, di Quran Surat Al Ahzab ayat 21. Di situ disebutkan adalah Muhammad saw. Kemudian diulang uswah hasanah lagi di surat al Mumtahanah, di situ disebut dua kali. Di ayat 4 dan ayat 6. Kedua ayat itu tentang Nabi Ibrahim.

Pages: 1 2 3 4 5 6 7

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.