Selasa, 29 September 2020

Perketat PSBB, Anies Dituduh Mau Jatuhkan Jokowi, Anda Waras?

Perketat PSBB, Anies Dituduh Mau Jatuhkan Jokowi, Anda Waras?

Foto: Tony Rosyid. (dok. pribadi)

Jakarta, Swamedium.com — Seringkali, seorang kepala daerah dihadapkan pada dua pilihan. “Good looking” di mata penguasa dan pengusaha, atau ambil risiko buat warganya.

Kalau mau “good Looking”, ikuti penguasa dan ketua partai. Atau patuhi cukong. Dukung, apapun keputusan dan kemauannnya. Mau benar atau salah, abaikan. Jadilah “anak manis”.

Jangan ambil kebijakan kontroversial, apalagi bertentangan. Itu berisiko. Risiko dimusuhi. Risiko dibully. Risiko gak turun anggaran. Macam-macam risikonya. Apalagi penguasa punya pasukan buzzer plus dana 90.45 M.

Jika anda hanya ingin “Good Looking” , berarti anda tak layak jadi kepala daerah. Anda lebih pantas jadi jongos. Jongos penguasa dan jongos pengusaha. Jongos biasanya ada otak, tapi sedikit. Ada hati, tapi mati. Mentalnya sudah kebeli. Tak punya kemandirian dalam bertindak.

Anies, gubernur DKI nampaknya memilih yang kedua. Kalau mau aman, tidak dibully, sedikit musuh, Anies gak perlu mengambil keputusan PSBB lagi. Tapi, data Masifnya penyebaran covid-19 di DKI, risiko kematian yang tinggi, dan kapasitas rumah sakit yang terbatas, memaksa Anies harus mengambil keputusan berani. Suka tidak suka, harus dibuat keputusan itu.

Terhadap kebijakan PSBB ini, Anies dibully. Semua buzzer keluar dari sarangnya. Mereka dapat momentum. Sampai ada yang begitu emosional meminta Anies mundur.

Setidaknya, ada tiga tuduhan kepada Anies. Pertama, gara-gara Jakarta PSBB, IHSG turun, katanya. Mari kita cek fakta. Senen, 14 September dimana hari pertama PSBB diberlakukan lagi dengan berbagai penyesuaian, justru IHSG bergeliat naik hingga 2,34 persen. Saham BRI ikut menguat 4,62 persen. Telkomsel menguat 2,14 persen. Bahkan ICBP punya Salim group juga menguat 2,44 persen. Ini data. Salahkan Anies?

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.