Minggu, 25 Oktober 2020

Umat Masih Butuh Media Islam?

Umat Masih Butuh Media Islam?

Foto: Ketua Umum Forum Jurnalis Muslim saat menyampaikan pidato dalam acara Tabligh Akbar yang digelar GNPF Ulama Bogor Raya. (Dok. Forjim)

Jakarta, Swamedium.com — Pagi ini sembari nyari-nyari ide, saya mampir ke dailysocial.id. Rupanya tanggal 15 September lalu, East Ventures mengumumkan pendanaan awal untuk startup media digital Asumsi.

Asumsi kita kenal rintisannya Pangeran Siahaan, nichenya seputar isu sosial politik dan budaya. Asumsi hadir di dua platform, website dan Youtube. Yang disebut belakangan, kini jadi buah bibir dengan dua program yang konon katanya, selalu ditunggu penonton: Asumsi Distrik dan Asumsi Kerah Biru.

Startup dapat pendanaan, ah wajar lah. Nah yang lebih menghentak itu, sejak Februari 2020 Asumsi meluncurkan crowdfunding untuk pembaca/penonton yang mau donasi. Berapa yang bisa terkumpul dari Februari sd sekarang? Ratusan juta rupiah kata Pangeran.

Tiba-tiba pikiran saya terbang, teringat nasib media-media Islam dan kawan-kawan jurnalisnya, yang secara ekonomi nampak tidak menguntungkan.

Belum lama ini, saya ketemu CEO media Islam yang cukup besar. Dia cerita, selama pandemi terpaksa harus memotong gaji krunya lebih dari 50%. Mau gimana lagi, wong pemasukan ke medianya gak ada sama sekali. Beruntung sang CEO ini masih punya bisnis lain, sehingga bisa ambil kantong kanan-kantong kiri buat gaji.

Cerita tak kalah miris juga datang dari beberapa kawan jurnalis muslim. Ada yang harus menggadaikan kendaraan hingga menjual alat kerja untuk sekadar bertahan hidup. Jangan tanya soal pulsa atau paket data, kini mungkin seolah jadi barang mewah. Tapi salut, tak pernah saya dengar mereka meminta-minta, meratap atau putus asa. Marwah tetap dijaga.

Mereka ini para pejuang. Memberikan asupan informasi berkualitas kepada umat tanpa berharap pamrih apa-apa di dunia. Tak pernah saya dengar mereka bercita-cita kaya raya dari profesinya sebagai wartawan.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.