Minggu, 25 Oktober 2020

Catatan untuk Rencana Penyederhanaan Kurikulum

Catatan untuk Rencana Penyederhanaan Kurikulum

Foto: ilustrasi.

Jakarta, Swamedium.com — Rencana penyederhanaan kurikulum adalah sebuah isu serius dan strategis. Sebagai menteri yang berasal dari latar belakang tak biasa, untuk isu seserius dan sepenting itu, saya sebenarnya berharap Menteri Pendidikan memulainya dengan sebuah keterbukaan yang juga tak biasa. Misalnya, Menteri harus bersikap terbuka tentang siapa saja yang terlibat dalam menggodok isu seserius dan sepenting itu. Jika itu dikerjakan sebuah tim, pembentukan tim itu haruslah dilakukan terbuka, rekrutmennya dilakukan terbuka, dan semua tahap kerjanya dilakukan terbuka agar hasilnya bisa diikuti publik dengan mudah.

Banyaknya orang yang terkejut dan marah dengan draf sosialisasi Penyederhanaan Kurikulum dan Asesmen Nasional tanggal 25 Agustus 2020 kemarin, di luar soal apa dan bagaimana nasib pelajaran sejarah, sebenarnya berhubungan dengan isu keterbukaan ini. Dan publik memang pantas bertanya-tanya: Lho, sejak kapan Kemendikbud merencanakan penyederhanaan kurikulum? Siapa saja yang diajak urun-rembuk membahas isu itu? Kok tiba-tiba langsung sosialisasi? Dan seterusnya, dan seterusnya.

Persis di situ, Menteri Nadiem sebenarnya bisa belajar dari pengalaman pembentukan Komisi Pembaruan Pendidikan yang dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef pada awal jabatannya di tahun 1978. Komisi itu dibentuk oleh Daoed untuk membantunya merumuskan strategi kebijakan pendidikan nasional.

Pekerjaan komisi itu ada tiga.

Pertama, menyerap semua gagasan dan bahan mengenai pendidikan nasional dari berbagai pihak di tanah air, mulai dari masyarakat, penyelenggara pendidikan, birokrat pendidikan, para sarjana, hingga para profesional.

Kedua, sesudah menyerap semua itu, komisi ditugaskan untuk merumuskan apa yang seharusnya dirancang dan dilakukan oleh kementerian pendidikan terkait dengan pendidikan nasional.

Dan ketiga, rumusan itu haris diuji-publikan oleh komisi di mana komisi sesudahnya harus memperbaiki rumusannya seturut tanggapan, kritik, dan masukan yang mereka peroleh dalam berbagai uji publik tadi.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.