Sabtu, 24 Oktober 2020

Tolak RUU Omnibus Law, FPKS: Banyak Norma yang Bertentangan dengan Konsitusi

Tolak RUU Omnibus Law, FPKS: Banyak Norma yang Bertentangan dengan Konsitusi

Jakarta, Swamedium.com – Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtra (PKS) Mardani Ali Sera katakan Fraksi PKS DPR RI tolak Rancangan Undang Undang (RUU) Omnibus Law karena banyak norma aturan yang dibuat masih bertentangan dengan norma konsitusi.

“Fraksi PKS menolak RUU omnibus law sebagai UU yang menggunakan pendekatan singkronisasi dan harmonisasi seharusnya metanarasinya sesuai dengan norma dalam konsitusi UUD’ 1945. Sedangkan ini tidak! Masih banyak pasal-pasal yang masih bertentangan dengan norma itu,” kata Mardani, Senin (5/10).

Rancangan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja (RUU Ciptaker) telah disetujui Badan Legislasi DPR dan pemerintah. ada dua Fraksi yang menolak, yaitu PKS dan Demokrat. Beleid Omnibus Law tersebut selanjutnya akan disahkan menjadi Undang-Undang (UU) dalam Rapat Paripurna DPR pada Kamis, 8 Oktober pekan depan.

Legislator asal pemilihan Jakarta Timur itu mengatakan kerja kita sebagai legislatir dalam proses pembuatan aturan tidak boleh mengubah landasan filosofis Undang-Undang eksisting.

“Seharusnya substansi Omnibus Law harus memiliki koherensi dengan tujuan penciptaan lapangan kerja dan pemajuan UMKM, Omnibus Law tidak boleh bertentangan dengan norma Konstitusi. Arah dan jangkauan pengaturan dari RUU Cipta Kerja setidaknya berdampak terhadap 1.203 Pasal dari 79 undang-undang,” ujar Mardani.

Hal lain yang Ia kritik yaitu praktik yaitu masih adanya “menyusupkan” pasal-pasal tidak populer atau pasal-pasal yang mengandung kepentingan tertentu.

“Dari awal Proses pembahasan RUU ini secepat kilat, ada dugaan penyisipan pasal-pasal yang ‘pesanan’. Dan berhatap publik tidak menyadari bahwa pasal tersebut ada, namun di saat bersamaan menyisipkan ketentuan yang justru merugikan rakyat.,” kata Mardani.

Secara Umum Ia katakan RUU Omibus law ini masih perlu banyak lagi ditinjau pasal per pasalnya karena terdiri dari banyak UU yang akan diubah sekaligus serta memiliki implikasi yang luas terhadap praktik kenegaraan dan pemerintahan di Indonesia.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.