Sabtu, 24 Oktober 2020

HRS Pulang, Mau Pimpin Revolusi?

HRS Pulang, Mau Pimpin Revolusi?

Foto: Habib Rizieq Syihab. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Berita di Republika online mengejutkan publik. Bahwa cekal Habib Rizieq Shihab (HRS) dicabut oleh pemerintah Arab Saudi, dan HRS akan segera pulang. Ini disampaikan ketua FPI di atas mobil komando saat demo di depan patung kuda kemarin (13/10). Kapan? Kabarnya, dalam waktu dekat. Bisa minggu ini. Bisa minggu depan. Sepertinya, HRS akan mempertimbangkan situasi politik dan eskalasi demo akhir-akhir ini. Tepatnya, nunggu momentum yang pas.

Kepulangan HRS untuk memimpin revolusi, kata ketua FPI Sobri Lubis. Maksudnya? Tentu bukan revolusi mental ala Jokowi. Bukan revolusi industri ala Inggris. Bukan pula revolusi politik model Perancis atau revolusi berdarah ala komunis.

Lalu? Kalau dihubungkan dengan sejumlah narasi HRS selama ini, dimana pendiri FPI ini berulangkali meminta presiden Jokowi mundur, maka revolusi yang dimaksud sepertinya “revolusi Jokowi mundur”. Itu gak makar? Refly Harun, ahli hukum tata negara bilang: itu bukan makar. Tidak melanggar hukum. Namanya juga tuntutan.

Di mobil komando demo 13 Oktober kemarin, kendaraan yang digunakan oleh ketua FPI untuk mengumumkan kepulangan HRS, ada spanduk bertuliskan tuntutan Jokowi mundur. Spanduk semacam ini sudah beberapa kali ada di mobil komanda saat FPI turun demo. Artinya, HRS dan FPI konsisten meminta Jokowi mundur.

Selama ini, gak ada yang mengejutkan, baik narasi HRS maupun spanduk FPI terkait tuntutan Jokowi mundur. Bukan sesuatu yang wah dan membuat masyarakat kaget. Kenapa? Sudah lama didengungkan, dan sampai hari ini Jokowi masih tetap presiden. Gak mundur!

Bagaimana jika tuntutan “Jokowi mundur” disampaikan langsung oleh HRS di tengah lautan massa pelajar, mahasiswa, buruh dan umat Islam yang demo UU Omnibus Law? Apakah akan punya efek kejut?

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.