Minggu, 25 Oktober 2020

Jenguk Para Korban, Anies Tunjukkan Leadership

Jenguk Para Korban, Anies Tunjukkan Leadership

Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengunjungi Sekretariat Pelajar Islam Indonesia yang diobrak abrik aparat kepolisian di Jln Raya Menteng 58, Jakarta Pusat.

Jakarta, Swamedium.com — Demo ricuh. Terjadi baku hantam aparat dan demonstran. Ada kelompok ketiga yang diduga berperan sebagai pemicu kerusuhan. Memprovokasi agar aparat dan demonstran berhadap-hadapan. Terlihat dalam video yang beredar, terjadi tindakan anarkis sejumlah pihak. Fasilitas umum dirusak, termasuk milik Pemprov DKI. Entah oleh siapa. Yang pasti, bukan oleh para demonstran. Ada tangan-tangan jahil yang memanfaatkan ketulusan dan perjuangan para pelajar, mahasiswa dan buruh dalam demo UU Ciptaker itu.

Anies hadir di tengah ketegangan itu. Lewat tengah malam, Anies datang dan berada di tengah para demonstran. Mendengarkan semua aspirasi mereka.

Kehadiran Anies berhasil menyembuhkan kekecewaan mereka dan meredam gejolak. Menampung aspirasi dan menenangkan para demonstran. Hingga mereka pulang dengan lega dan tenang.

Esoknya, dan juga hari-hari berikutnya, terjadi lagi demonstrasi. Tak berhenti, dan terus bergelombang. Bahkan hingga hari ini. Sebab, tuntutan mahasiswa, buruh, ormas Islam dan elemen umat untuk batalkan UU Ciptaker belum dipenuhi.

Beberapa demonstrasi telah memakan banyak korban. Terutama dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Bahkan kabarnya, rumah warga, diantaranya di Kwitang Senen Jakarta Pusat, diserbu aparat. Gas air mata bertebaran di dalam rumah. Ibu-ibu dan anak-anak balita yang tak terlibat dan tak tahu menahu tentang demo ikut jadi sasaran gas air mata. Pedih! Perih! Tidak saja terasa di mata, tapi juga di hati.

Kantor Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) dan Pelajar Islam Indonesia (PII) di Menteng Raya 58 diserbu. Sejumlah kaca pecah dan fasilitas dirusak. Aparat masuk ke dalam kantor dan menangkap sejumlah aktifis. Darah berceceran. Diduga banyak yang terluka. Entah darah itu keluar dari tubuh pelajar, atau bahkan mungkin dari kepala yang robek.
Belum terkonfirmasi berapa ribu persisnya jumlah pelajar dan mahasiswa yang telah ditangkap. Entah berapa banyak yang terluka. Dan berapa banyak pula yang terkapar di rumah sakit. Ngeri bila kita melihat penganiayaan kepada mereka di berbagai video yang beredar di medsos. Betul-betul ngeri. Gak bisa membayangkan anak-anak itu ditonjok ramai-ramai, dipukul pakai tongkat dan ditendang bertubi-tubi oleh sepatu aparat.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.