Sabtu, 28 November 2020

Indonesia Bersiap Hadapi La Nina

Indonesia Bersiap Hadapi La Nina

Jakarta, Swamedium.com-Badan Meteorologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indobessia bahwa sebagian besar wilayah Indonesia akan terdampak La Nina pada akhir 2020 hingga awal 2021. Pemerintah mempersiapkan mitigasi dalam menghadapi La Nina yang dapat menyebabkan cuaca ekstrem maupun dampak lain.

La Nina ini terjadi karena kondisi anomali suhu permukaan laut Samudera Pasifik tropis bagian tengah dan timur yang lebih dingin dari kondisi normal sehingga menyebabkan tekanan udara pada ekuator Pasifik barat yang mendorong pembentukan curah hujan berlebih.

Perjaalanan proses La Nina dimulai dari perjalanan air laut yang panas dari pantai Peru, Ekuador ke arah barat hingga sampai ke wilayah Indonesia. Di wilayah Indonesia kemudian air laut berubah menjadi daerah bertekanan rendah (minimum). Ditambah dengan arah angin di sekitar Pasifik Selatan dan Samudera Hindia yang bergerak menuju Indonesia, dimana angin tersebut membawa uap air, sehingga di Indonesia akan sering terjadi hujan lebat.

Potensi dampak yang akan terjadi yaitu banjir di sawah dan kebun, timbulnya penyakit seperti diare, demam, typhus, leptopirosis, dan hepatitis A, kemudian juga akan berpengaruh pada menurunnya tangkapan ikan dan klorofil-a, dilautan menjadi berkurang.

Perkiraan lokasi dampak adalah sekitar bulan oktober sampai November 2020 pada 29 Provinsi (Kecuali wilayah Sumatera) dilanjut padaa bulan Desember 2020 sampai Februari 2021 akan terjadi di Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku-Maluku Utara dan Papua.

Dalam menyiapkan mitigasi untuk menghadapi La Nina di tengah pademi covid-19, pemerintah mengajak masyarakat untuk mewaspadai musim hujan hingga 2021. Dan meminta pemerintah Daerah menyusun kebijakan mitigasi potensi bencana hidromeorologi di tengah situasi pandemi. Dibarengi dengan tata kelola kedaruratan harus disesuaikan dengan protocol kesehatan.

Pemerintah juga meminta Pemda mempersiapkan tempat pengungsian yang layak dan bersih untuk mengurangi risiko penularan covid-19 dan penyakit lain. Selain itu agar Pemda mengoptimalisai sungai, kanal, dan saluran air, serta tempat penampungan air, seperti waduk dan embung.

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.