Sabtu, 28 November 2020

Tuduhan Mahfud MD pada HRS Menuai Polemik

Tuduhan Mahfud MD pada HRS Menuai Polemik

Jakarta, Swamedium.com-Ada yang menarik dari statment Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, menyusul pernyataannya tentang Imam Besar Habib Rizieq Shihab ketika melakukan wawancara dengaan Dosen Universitas Indonesia (UI) Ade Armando, yang ditayangkan kanal YouTube Cokro TV, Selasa (3/11/2020).

Mahfud MD, menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak takut sama sekali dengan kabar kepulangan yang dijadwalkan akan tiba di Indonesia pada 10 November 2020.

Kata Mahfud, Istana bahkan tidak pernah membahas Rizieq secara khusus, apalagi menganggap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu sebagai momok. Mahfud bahkan membandingkan Rizieq dengan sosok Ayatullah Khomeini, pemimpin revolusi Iran.

menyusul pernyataannya yang bilang kalau Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu bakal dideportasi oleh pemerintah Arab Saudi lantaran overstay. Menurut Mahfud, Habib Rizieq Shihab memilih pulang sekarang karena tidak ingin diketahui publik bahwa dirinya pulang karena dideportasi.

“Satu hal yang belum dicabut, dia itu akan dideportasi. Karena apa? Melakukan pelanggaran imigrasi. Nah, sekarang ini, dia ingin pulang tapi tidak ingin dengan cara dideportasi. Dia ingin pulang dengan cara terhormat, gitu,” kata Mahfud.

Saat ditanya pelanggaran hukum apa yang dilakukan Habib Rizieq Shihab, sehingga ia terancam dideportasi, Mahfud bilang karena overstay.

“Overstay. Dugaan pidananya tidak ada, tapi dianggap overstay sejak dulu,” jelasnya.

Hal tersebut mendapat tanggapan dari Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab yang menegaskan akan menuntut secara hukum orang menyebutnya overstay di Arab Saudi. Sebab, itu sama saja dengan menyebutnya melakukan pelanggaran.

“Bayan safar kami ditolak, akan tetapi diganti dengan perpanjangan visa, mulai hari ini, siapa pun termasuk pejabat di Indonesia baik di dalam negeri maupun di luar negeri kalau ada yang menyatakan saya overstay saya akan tuntut secara hukum,” ujarnya saat konferensi pers di channel Youtube FRONT TV, Rabu (4/11/2020) pagi.

Habib Rizieq Shihab memperingatkan orang-orang yang menyebutnya overstay supaya paham terhadap pervisaan. Di sisi lain, dia berterima kasih kepada pemerintah Saudi.

“Terima kasih kepada pemerintah Saudi dan memberi peringatan ke siapa pun, yang menuduh ke saya overstay, buang itu ke tong sampah,” katanya.

Habib Rizieq Shihab memastikan akan pulang ke Indonesia bersama keluarganya pada Senin 9 November 2020 pukul 19.30 waktu Saudi. Ia memastikan tak lagi memiliki persoalan terkait dengan kepulangan ke Tanah Air.

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.