Jumat, 27 November 2020

Kanselir Austria Ajak Pemimpin Eropa Melawan Ideologi Politik Islam

Kanselir Austria Ajak Pemimpin Eropa Melawan Ideologi Politik Islam

Jakarta, Swamedium.com-Sebuah Ungkapan diucapkan oleh Kanselir Austria Sebastian Kurz, dimana ia mendesak sesama pemimpin Eropa untuk membentuk front bersama melawan apa yang oleh sebagian pemimpin disebut “politik Islam.”

Ideologi politik Islam sangat berbahaya bagi kebebasan kami dan cara hidup di Eropa. Saya mengharapkan diakhirinya dan segera menyadari toleransi yang dipahami secara salah di semua negara Eropa.

“Uni Eropa harus lebih fokus pada masalah politik Islam pada masa depan,” kata Kurz kepada surat kabar Jerman Die Welt.

Perlu diketahui pencanangan gagasan untuk membentuk front bersama Eropa melawan politik Islam pertama kali dikemukakan oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron dan kini dianut oleh para pemimpin Eropa lainnya, termasuk menteri luar negeri Italia, yang mengatakan bahwa Uni Eropa harus mengadopsi versi Undang-Undang Patriot Amerika, yang memberi badan keamanan memiliki kewenangan pengawasan yang lebih besar.

“Kami akan menempatkan masalah politik Islam dalam agenda pertemuan puncak Uni Eropa yang dijadwalkan akhir bulan ini,” imbuh Kurz.

Saya berbicara dengan Macron, kata Kurz dan banyak pemimpin pemerintah lainnya sehingga kami dapat berkoordinasi lebih erat di dalam UE.

Ungkapan Kanselir Austria Sebastian Kurz itu muncul setelah terjadinya penembakan di Wina pada hari Senin di mana seorang pria bersenjata menewaskan empat orang, serangan besar pertama di bumi Austria sejak tahun 1985.

Dinas keamanan Austria kini menyelidiki apakah tersangka berusia 20 tahun, seorang warga negara ganda Austria-Makedonia Utara yang pernah terlihbat kasus sebelumnya itu memiliki hubungan dengan militan Islam di negara-negara lain, termasuk Swiss, di mana polisi menangkap dua orang sehubungan dengan serangan di Wina.

Menteri Kehakiman Swiss Karin Keller-Sutter mengatakan kepada surat kabar lokal bahwa keduanya adalah “rekan” penyerang, dan ketiga pria itu bertemu langsung baru-baru ini.

Gelombang serangan yang dilakukan di Paris, Nice, Dresden dan Wina selama beberapa minggu terakhir meningkatkan kewaspadaan, dan para pejabat keamanan Eropa mengatakan mereka khawatir akan kekerasan lebih lanjut.

Sumber : voaindonesia

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.