Sabtu, 16 Januari 2021

Kisah Gadis Pemesan Kamar di Neraka Jahanam

Kisah Gadis Pemesan Kamar di Neraka Jahanam

Assalamualaikum, semoga cerita ini bisa menjadi inspirasi dan pembelajaran bagi kita semua.

Banner Iklan Swamedium

Neraka merupakan tempat pembalasan bagi orang-orang yang di selama hidupnya berbuat dosa atau maksiat. Di tempat ini, manusia akan disiksa dengan balasan yang amat pedih sesuai dengan perilakunya selama di dunia.

Tentu saja hal tersebut membuat semua orang merasa takut akan hari pembalasan dari Allah. Bahkan banyak orang yang kemudian berlomba-lomba untuk mengerjakan amalan kebaikan dan menjauhi segala hal yang bisa berakibat dosa bagi dirinya.

Berkaitan dengan kejadian yang terjadi belakangan ini dengan keinginan seorang artis yang lebih memilih Neraka dari pada Surga.

Kejadian nyata yang sama pernah terjadi di tahun 2002 silam di Mesir, seorang gadis yang meminta satu kamar di Neraka dan langsung dikabulkan olleh Allah SWT.

Cerita ini dikisahkan  oleh seorang Kolumnis majalah Al-Manar.

Kisah dimulai pada suatu saat musim panas di Mesir. Musim panas merupakan ujian yang sangat berat, terutama bagi muslimah untuk tetap mempertahankan pakaian hijabnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menukar akhlak.

Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa dijaga. Jilbab bisa digunakan sebagai multifungsi.

Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, sekitar 300-an km antara Cairo-Alexandria, disebuah microbus, ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat karena pakaiannya sangat minim dan menentang kesopanan. Ia duduk di dekat kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang perhatian semua orang. Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk di sebelahnya mengingatkan bahwa pakaian seperti itu mengakibatkan sesuatu yang tidak baik bagi dirinya, disamping itu juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan.

“Astaghfirullah,,, Wahai pemudi! Alangkah baiknya jika kamu berpakaian yang baik, yang sesuai dengan ketimuran dan adat serta agama Islam kamu, itu lebih balk daripada kamu berpakaian begini yang pastinya menjadi mangsa pandangan liar kaum lelaki” nasihat orang tua tersebut, sambil mengingatkan gadis disebelahnya.

Akan tetapi, bukannya sadar dengan kesalahan yang telah dilakukannya si gadis itu justru memberikan jawaban dengan nada mengejek.

“Siapalah kamu hal orang tua? Apakah di tangan kamu ada anak kunci syurga? Atau adakah kamu memiliki kuasa yang menentukan aku bakal berada di syurga atau neraka?”

Perkataan menyakitkan tersebut tentu saja mengiris hati yang mendengarnya.

Setelah mengatakan hal itu, si gadis tertawa. Tidak hanya itu, ia juga mencoba memberikan telepon genggamnya kepada orang tua yang memberikan nasihat kepadanya seraya berkata

“Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya tempat di neraka Tuhan anda!!” Sebuah respon yang sangat frontal, sang bapak pun hanya bisa beristighfar dan mengagungkan asma Allah.
Mendengar jawaban wanita tersebut, penumpang lain kontan berguaman.

“Allahuakbar…Allah maha besar !  Allahuakbar !

Detik-detik berikutnya suasana pun hening, beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpinya. Tak terkecuali gadis tersebut. Hingga sampailah perjalanan di penghujung tujuan.

Di terminal akhir semua orang bersiap2 untuk turun. Ketika mereka ingin turun, mereka terhalang oleh kerumunan yang berusaha membangunkan gadis muda yang masih terlihat tertidur, karena Ia berada di dekat pintu keluar.

“Bangunkan saja” celetuk salah satu penumpang.

Ternyata gadis itu benar-benar tak bangun lagi. Ia menemui ajalnya sebagaimana permintaanya. Dan seisi microbus terus beristighfar mengagumkan kalimat Allah, begitu pula orang tua yang mengingatkan gadis tadi.

Sebuah akhir yang sangat menakutkan. Mati dalam keadaan menentang Allah. Seandainya setiap orang mengetahui akhir hidupnya, seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat, seandainya tiap orang takut bertemu dengan Allah dalam keadaan buruk, seandainya tiap orang tau bagaimana kemurkaan Allah. Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbingnya. Allah akan semakin mendekatkan orang yang terus menerus mendekat kepadaNya.
Kematian dan kehidupan tak akan datang sebagaimana tak akan pergi tanpa seizin Allah.

Inna lillahi wainna ilaihi raji’un. (Kita semua milik Allah dan hanya kepadaNya di kembalikan).

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari cerita diatas betapa kecilnya kita di hadapanNya, betapa lemah dan penuh dosa. Tapi berusahalah untuk menjaga iman kita. Ampuni kami Ya Illahi Rabbi, hamba takut akan murkaMu.

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita