Minggu, 17 Januari 2021

Sosialisasikan Bank Sampah, Kepemudaan Karet Tengsin Gelar Talk Show

Sosialisasikan Bank Sampah, Kepemudaan Karet Tengsin Gelar Talk Show

Jakarta, Swamedium.com Menjadi Pemuda/i yang bermanfaat bagi lingkungan diwilayah tempat tinggalnya, dirasa, kurang lebih, susah-susah gampang.

Banner Iklan Swamedium

Terlebih kondisi, dimasa pandemi global covid-19 ini, yang turut menimpa Indonesia, pada awal tahun 2020, sekira telah berjalan, 9 bulan lamanya.

Kualitas kesehatan psiko sosial pemuda/i, kian hari menurun, menyebabkan labilnya kesehatan mental pemuda pemudi. Bahkan banyak menimbulkan masalah, semakin hari, kurang bergairah, belum tampak energi positif yang biasanya dihasilkan para muda-mudi, serta belum tersalurkan secara baik dan maksimal.

Hal ini, tidak lepas dari peran semua pihak, terlebih para Orang Tua, Tokoh Masyarakat Sekitar dan juga para Pemangku Kebijakan Struktural diwilayah dengan sekup kecil komunitas warga, RT/RW.

Salah satunya, kelurahan yang ada di Wilayah Kecamatan Tanah Abang yakni Karet Tengsin.

Menarik kesimpulan dari masalah yang hampir sama ditemui, yang mana telah terjadi dihampir seluruh pelosok negeri ini, dengan mengusung tema ‘Menjadi Pemuda Pelopor yang Bermanfaat bagi Lingkungan’
Himpunan Mahasiswa Jurusan Program Studi Komunikasi Dr. hamka (Uhamka) akan menampilkan talk show secara daring.

Bekerjasama dengan Pendiri Bank Sampah RPTRA Intiland Karet Tengsin, dan Karang Taruna, serta kepemudaan diwilayah RW 07, Karet Tengsin, Talk Show tersebut dimulai pada Sabtu, 28/10/2020, pukul 15.30 WIB.

Ditemui di Pos Rukun Warga 07, narasumber yang nantinya akan mengisi sebagai pembicara dalam talk show tersebut Salma Nur Aisyah menyatakan pada umunya bahwa Pemuda harus memiliki kepedulian dan jeli melihat pelbagai masalah dan dapat mengubah masalah menjadi potensi yang harus diselesaikan bersama, dan pada khusunya pemuda, diwilayah RW 07 Karet Tengsin.

“Satu hal yang harus dipunya oleh semua pemuda, khusunya pemuda karet tengsin yaitu pemuda harus memiliki jiwa kepedulian yang tinggi . Selain itu, kita harus jeli melihat masalah di lingkungan, agar bisa mengembangkan potensi diri, untuk membantu apa yang bisa kita bantu, dimasyarakat” tutur dia, pada Kamis, (26/11/2020) malam.

Lebih lanjut, menurutnya, ia, menjelaskan, tentang peran pemuda sangat menentukan, bagi lingkungan setempat.
“Peran pemuda, sangat-sangat penting, dari segi SDM, pemuda tenaganya kuat, pikiran juga masih penuh, banyak yang pinter pinter. Pemuda hari ini sangat menentukan bagi lingkungan” sambung dia menuturkan.

Pemudi yang berusia 24 tahun itu, mengawali keaktifan dirinya di Karang Taruna, wilayah Tingkat Kelurahan, dan menempuh pendidikan di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Semenjak lulus dari kursi perkuliahan, dirinya, telah memikirkan strategi yang cocok digunakan dan metode yang mudah diserap oleh teman teman lain sebayanya mengenai penyelesaian masalah dilingkungan tempat tinggalnya, terutama mengenai sampah.

“Lulus kuliah, saya mikirin apa yang bisa saya perbuat, dan kelihatannya, banyak masalah di RW 07, terutama sampah, padahal potensi pemuda sangat sangat banyak, penyelesaiannya, saya mulai dengan Pendekatan merangkul temen temen, mengambil hati temen temen, kalo mereka udah nyaman ke kita, kan, gampang diajak partisipasinya. Sebenernya gini sih simplenya, Apa yang bisa diperbuat, apa yang saya lihat, apalagi masalah sampah yang dihasilkan masyarakat juga banyak. Kepikir deh buat Bank Sampah. Mulanya dengan ngajak temen temen dengan kegiatan kegiatan yang seru seru, kaya gerak jalan, panitia lomba 17an, jangan kasih kegiatan yang susah susah dulu, intinya berkegiatan yang fun-fun, dulu, baru dimasukin deh, ilmu ilmu pengelolaan, ke organisasi an dan ilmu ilmu lingkungan” sambung Salma, Founder Bank Sampah RPTRA Intiland Karet Tengsin.

Kemudian, dirinya yang giat didunia lingkungan hidup, bertekad untuk terus membantu masyarakat disekitaran Karet Tengsin untuk mengurangi sampah, terlebih sampah non organik/tidak terurai sarat akan nilai ekonomis. dan peluang menambah pendapatan warga, karena mempunyai nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar.

“Konsen sayakan, untuk mengurangi sampah, dengan adanya bank sampah itu kan, membantu masyarakat, fungsi bang sampahkan banyak, dengan adanya bank sampah, masyarakat tidak lagi buang sampah di TPS (tempat pembuangan sampah) juga. Jadi Konsen bank sampah lebih kepada sampah sampah plastik, yang gak terurai dibumi, dan dibumi pun terurainya bertahun tahun, maka harus didaur ulang. Masyarakat bisa mendapat hasil ekonomis dari sampah, sampah yang ditabung itu masyarakat mendapat uang” ujarnyaa.

Saat ditanya, mengenai perihal bantuan, sudah dari mana saja datangnya, ia mengatakan, bantuan itu datang, dari pihak swasta sejak 2018 berupa seragam, buku catatan, alat kemas, alat timbang dan tempat yang diperuntukkan sebagai gudang penyimpanan serta memberikan pendampingan. Makin kesini makin berkembangnya Bank Sampah, pihak pemerintah pun lewat dinas lingkungan hidup Pemerintah Daerah DKI Jakarta, juga telah masuk untuk memberi bantuan.
“Bantuan alat alat, datang dari kerjasama sama beberapa CSR Perusahaan swasta, dan semakin berkembangnya ini bank sampah, ada juga bantuan dari Pemerintahan Lingkungan Hidup.

Tapi swasta yang memang mendampingi, pembentukan awal dari nol, berupa fasilitas (timbangan, buku tabungan, alat kebersihan pengurus, seragam pengurus, semua mua) pendalaman materi, ada kegiatan penyuluhan, sebulan sekali. Bank Sampah ini juga buka hanya setiap sabtu perpekan, pemasaranya dari mulut ke mulut (warga dateng sendiri nanti tinggal kita catet dahulu) setelah itu, Sabtu sorenya PPSU datang jemput untuk membawanya ke pengepul untuk dijual lagi, jadi petugas PPSU bantu transportasinya” kata dia.

Selain itu, ia menyampaikan kisi kisi kepada muda/mudi agar menjadi pelopor yang bermanfaat bagi lingkungan.
“Apa yang kita lihat, ada masalah apa dilingkungan, apa yang bisa kita perbuat, apa yang bisa kita lakukan, dan manfaatnya bisa dirasakan berkepanjangan, juga melibatkan masyarakat,
Bank sampah ini kan awalnya dari Organisasi Karang Taruna, saya Karang Taruna RW, Karang Taruna Kelurahan, Karang Taruna ada dibawah payung hukum Kementrian Sosial, dan harus Karang Taruna harus netral, memang Karang Taruna dibentuk untuk menyelesaikan masalah masalah yang ada dimasyarakat” pesan dia.

Banner Iklan Swamedium

Related posts

3 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita