Kamis, 05 Agustus 2021

Mantan Penghuni Camp Sebut Muslim Uighur Kerap Dipaksa Makan Daging Babi

Mantan Penghuni Camp Sebut Muslim Uighur Kerap Dipaksa Makan Daging Babi

Jakarta, Swamedium.com- Kisah pilu Muslim Uighur yang kerap di paksa makan daging babi setiap hari jumat di ungkap oleh Mantan penghuni kamp di Xinjiang, CHINA, Sayragul Sautbay.

Banner Iklan Swamedium

Baru-baru ini Sautbay menerbitkan sebuah buku yang berisi penderitaannya, termasuk ketika ia menyaksikan pemukulan, dugaan pelecehan seksual, dan sterilisasi paksa.
Dilansir Hindustan Times, Sabtu (5/12),

Sautbay adalah seorang dokter dan pendidik yang kini tinggal di Swedia.
Dalam wawancara dengan media Al Jazeera. Sautbay dibebaskan lebih dari dua tahun lalu dari kamp konsentrasi China

Mereka sengaja memilih hari yang suci bagi umat Islam. Setiap jumat mereka memaksa untuk makan daging babi Dan jika Anda menolaknya, Anda akan mendapatkan hukuman berat, kata Sautbay.

Sementara itu, Antropolog Jerman sekaligus cendekiawan Uighur, Adrian Zenz melaporkan bahwa ada upaya “aktif” untuk mempromosikan dan memperluas peternakan babi di wilayah Xinjiang.

Ini adalah bagian dari strategi sekularisasi, mengubah Uighur menjadi sekuler dan mengindoktrinasi mereka untuk mengikuti partai komunis dan menjadi agnostik atau atheis,” kata zenz

Sebelumnya diketahui administrator tertinggi Xinjiang, Shohrat Zakir, pada 2019 juga mengatakan wilayahnya akan diubah menjadi “pusat peternakan babi”.

Proyek itu ditargetkan dibangun di area seluas 25 ribu meter persegi di sebuah taman industri di daerah Konaxahar Kashgar, yang telah berganti nama menjadi Shufu. Kesepakatan itu secara resmi telah ditandatangani pada 23 April tahun ini.

Sebelumnya Beijing selalu membantah laporan tentang adanya kamp konsentrasi. mereka berdalih kamp-kamp tersebut merupakan tempat pelatihan vokasi untuk memberdayakan etnis Uighur dan minoritas Muslim lainnya agar terhindar dari ideologi ekstremisme dan terorisme. (Dip/dng)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita