Sabtu, 06 Maret 2021

PP Salimah sampaikan rasa kedukaannya kepada enam anak bangsa korban penghilangan nyawa

PP Salimah sampaikan rasa kedukaannya kepada enam anak bangsa korban penghilangan nyawa

PP Salimah

Jakarta, Swamedium.com – Tak ketinggalan, atas reaksi yang timbul akibat penghilangan nyawa anak bangsa warga sipil Laskar FPI, PP Salimah, turut menyampaikan ungkapan berbelasungkawa, atas peristiwa yang terjadi di KM 50 Tol Cikampek pada Kamis (07/12/2020) lalu, yang kini jadi tragedi kemanusiaan.

Banner Iklan Swamedium

Ir. Hj. Etty Praktiknyowati yang menjabat sebagai Ketua Umum PP Salimah turut menyatakan sikapnya, secara mendalam dan ikut berbelasungkawa atas apa yang dialami oleh enam orang pengawal Habib Muhammad Rizieq Shihab, semoga arwah mereka diterima sebagai syuhada dan bagi keluarga yang ditinggalkan agar dapat bersabar.

“Menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya enam warga sipil, anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI), dalam menjalankan tugas pengawalan terhadap Ulama Habib Rizieq Shihab. Semoga arwah mereka diterima oleh Allah swt sebagai Syuhada. Dan bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kesabaran” dalam siaran persnya yang diterima pada Rabu, (16/12/2020).

Kemudian, dirinya juga turut mengecam terhadap aksi anarkisme yang menghilangkan nyawa warga sipil sebagai bentuk tindakan Abuse Of Power dan dikatakannya sebagai tindakan melanggar kodrat atas hak dasar hidup manusia juga bertentangan dengan Pancasila UUD 1945.

“Mengecam aksi anarkis menghilangkan nyawa warga sipil sebagai suatu bentuk Abuse of Power (Penyalahgunaan Kekuasaan) dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945” sebut dia.

Wanita dan juga seorang Ibu yang membawahi Perkumpulan persaudaraan para Ibu-Ibu, ikut mendorong agar pemerintah mengusut tuntas dan segera membentuk tim pencari fakta independen dengan melibatkan Komnas HAM dan pihak pihak yang relevan demi tegaknya keadilan di Ibu Pertiwi.

“Mendesak pemerintah mengusut tuntas kasus penghilangan nyawa tersebut dengan membentuk Tim Pencari Fakta Independen dengan melibatkan Komnas HAM serta pihak-pihak terkait lainnya yang relevan demi tegaknya hukum dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia” lanjut dia.

Selain itu ia meminta agar pengusutan dari pihak pemerintah dan petugas hukum agar lebih transparan pada prosesnya dan demi menegakan keadilan bagi rakyat Indonesia, khususnya keadilan bagi korban dan keluarga korban juga pelaku penghilangan nyawa.

“Meminta dan mendukung Pemerintah dan Aparatur Penegak Hukum untuk melakukan transparansi dalam proses hukum, demi menegakkan keadilan bagi semua, yaitu bagi korban/keluarganya dan pelaku” sambung Ibu Etty.

Selanjutnya, ia juga Mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpikir jernih dan dapat menahan diri agar dapat tercipta rasa aman dan damai, tak lain dan tak bukan sama sama untuk menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.

“Mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berpikiran jernih dan menahan diri demi terciptanya keamanan dan kedamaian dalam menjaga persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia” kata dia.

Kemudian, ia meminta kepada masyarakat Indonesia untuk tetap bersabar dan menyerahkan segala sesuatunya kepada proses hukum yang berlaku.

“Meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk bersabar dan menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum yang berlaku” sambung dia.

Ia menghimbau secara khusus kepada seluruh anggota Persaudaraan Muslimah (PP Muslimah) yang berada di penjuru Negeri dapat membangun suasana kondusif dengan amalan amalan seperti doa dan dzikir kepada Allah SWT untuk Negara yang adil, aman dan barokah.

“Khusus untuk seluruh anggota Persaudaraan Muslimah (Salimah) di seluruh Indonesia diharapkan dapat membangun suasana kondusif dengan memperbanyak doa dan dzikir kepada Allah swt agar tercipta negeri yang adil, aman dan berkah” harapnya. (Jok)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita