Sabtu, 06 Maret 2021

Muhammadiyah menjadi Ormas teladan dalam menangani pandemi Covid 19

Muhammadiyah menjadi Ormas teladan dalam menangani pandemi Covid 19

Jakarta, Swamedium.com – Muhammadiyah menggelar Seminar Nasional dengan tema; ‘Peran Strategis Ormas Keagamaan dalam Penanggulangan Covid-19’, di Jakarta, Minggu (19/12). Dalam acara seminar tersebut, turut hadir dan memberikan sambutan, Faozan Amar (Tim Kerja PP Muhammadiyah), Agus Sartono (Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK) dan Abdul Mukti (Sekretaris Umum PP Muhammadiyah).

Banner Iklan Swamedium

Agus Sartono, menyampaikan bahwa penanganan pandemi Covid-19 tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, sinergi dengan masyarakat adalah suatu keniscayaan.

“Apa yang dilakukan oleh MCCC (Muhammadiyah Command Covid Centre) sejak awal pandemi patut untuk dilihat dan ditiru oleh semua pihak. Hasilnya luar biasa,” ujarnya.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mukti, menanggapi apa yang dikatakan Agus. Menurut Abdul Mukti, apa yang selama ini dilakukan pihaknya sebenarnya merupakan sebuah ikhtiar bersama-sama, ormas lintas agama untuk membantu penanganan covid 19 di Indonesia.

“Tantangan bangsa ini kedepan adalah, bagaimana kita melakukan mitigasi bencana. Karena Covid-19 adalah persoalan bersama-sama dan menimbulkan persoalan dalam berbagai aspek kehidupan,” terang Mukti.

Sementara Rahmawati Husen, dari Muhammadiyah Command Covid Centre (MCCC), menyatakan persyarikatan mampu memanfaatkan segala sumbangan yang ditujukan mengatasi penyebaran Covid-19.

Dan pihaknya bersyukur warga Muhammadiyah bersedia secara gotong royong memberikan bantuan.
Menurutnya, di masa pandemi ini justru dukungan dari masyarakat malah semakin meningkat.

“Alhamdulillah sekitar lebih dari 300 miliyar sudah disalurkan oleh Muhammadiyah dalam menangani Covid-19 ini, baik itu untuk pencegahan maupun pelayanan,”ujarnya.

Menanggapi apa yang disampaikan Rahmawati husen, anggota Tim Kerja PP Muhammadiyah, Faozan Amar, menyatakan pihaknya memang prihatin bila kini pandemi Covid-19 semakin meluas. Bahkan data dari MCCC pandemi Covid sudah sangat memukul masyarakat.

Terlebih kaum santri yang berada di pesantren sudah merasakan dampaknya secara langsung, yakni ketika lebih dari dua ratus kyai dan nyai selalu pengasuh pesantren telah wafat terpapar pandemi ini. Dan kini pun sudah 3.000 lebih dari santri terpapar Covid-19.

Menurut Faozan, Jadi acara seminar ini diadakan untuk melihat apa saja peran strategis yang dilakukan oleh berbagai ormas keagamaan dalam penaggulangan Covid-19.

“Sinergi berbagai ormas keagamaan itu kami lakukan tanpa melihat suku, agama dan golongan. Ini jelas merupakan modal sosial yang dimiliki bangsa ini,” ujar Faozan.

Lebih lanjut Faozan, menegaskan; acara seminar ini diadakan dengan tujuan untuk melihat apa saja peran strategis yang dilakukan oleh berbagai ormas keagamaan dalam penaggulangan Covid-19.

”Sinergi berbagai ormas keagamaan tanpa melihat suku, agama dan golongan adalah modal sosial yang dimiliki bangsa ini.” Lanjut Faozan.

Sementara itu, Sekjen MUI, Amirsyah Tambunan, yang hadir di acara tersebut, menyatakan dalam konteks pandemi Covid-19 dan kehidupan keagamaan umat memang harus diingatkan terus-menerus agar tidak melanggar protokol kesehatan.ujarnya. (Deep)

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita